Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Yamal vs Mbappe: Duel Rivalitas yang Membara di Semifinal Piala Dunia 2026

Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis menampilkan pertemuan emosional antara Lamine Yamal dan Kylian Mbappe, dengan catatan pertemuan langsung yang menguntungkan sang penyerang muda Spanyol.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 23.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Yamal vs Mbappe: Duel Rivalitas yang Membara di Semifinal Piala Dunia 2026📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Lamine Yamal dan Kylian Mbappe di semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium bukan sekadar pertarungan antar negara, melainkan kelanjutan dari rivalitas yang telah berlangsung sejak 2023. Dalam sepuluh pertemuan resmi, baik di level klub maupun tim nasional, Yamal berhasil meraih delapan kemenangan, sementara Mbappe hanya mampu menang dua kali tanpa pernah imbang. Meski kalah dalam jumlah kemenangan, Mbappe unggul dalam kontribusi gol dengan mencatat sembilan gol dan dua assist, sedangkan Yamal menyumbang enam gol dan tiga assist sepanjang pertemuan tersebut.

Awal dari persaingan ini terjadi pada babak perempat final Liga Champions 2023-2024, saat Yamal masih membela Barcelona dan Mbappe bermain untuk Paris Saint-Germain. Meski Barcelona menang 3-2 di leg pertama, PSG mampu membalikkan keadaan dengan kemenangan 4-1 di leg kedua, melaju ke semifinal dengan agregat 6-4. Rivalitas terus berlanjut di tingkat nasional, dengan kemenangan Spanyol 2-1 atas Prancis di semifinal Euro 2024, yang menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah turnamen bagi Yamal pada usia 16 tahun.

Ketegangan antara keduanya semakin memuncak setelah Mbappe bergabung dengan Real Madrid pada musim 2024-2025, menghadirkan El Clasico sebagai arena baru bagi pertarungan personal. Di empat pertemuan di kompetisi domestik, Barcelona berhasil menang tiga kali, termasuk kemenangan 4-0 di La Liga dan 5-2 dalam final Piala Super Spanyol 2025. Hanya satu kemenangan Mbappe yang tercatat, yakni kemenangan 2-1 di El Clasico pertama musim 2025-2026, yang kemudian tak terulang setelah kalah di final Piala Super Spanyol dan pertemuan kedua di La Liga.

Menjelang laga besar, Yamal menegaskan keyakinan timnya untuk menghadapi Prancis tanpa rasa takut. Ia menekankan bahwa Spanyol telah dua kali mengalahkan Prancis dalam turnamen besar, yang menjadi modal kepercayaan diri tinggi. Pelatih Luis de la Fuente pun mendukung pernyataan tersebut, menyebut bahwa Prancis harus waspada karena Spanyol adalah satu-satunya tim yang mampu menumbangkan mereka secara beruntun. Sementara itu, Mbappe berambisi mempersembahkan gelar final ketiga berturut-turut bagi Prancis, sekaligus memperbaiki catatan pribadinya dalam duel melawan Yamal.

Spanyol tampil dominan sepanjang babak penyisihan, meraih kemenangan di setiap laga dan hanya kebobolan sekali dalam perempat final kontra Belgia. Di sisi lain, Mbappe menjadi mesin gol Prancis, mencatatkan gol penting di babak 32 besar melawan Swedia, 16 besar kontra Paraguay, dan perempat final melawan Maroko. Meski baru mencetak satu gol di Piala Dunia 2026—saat mengalahkan Arab Saudi—kontribusi Yamal terhadap permainan kolektif La Roja dinilai sangat besar, menjadikannya salah satu kandidat utama Ballon d’Or dalam lima tahun ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya