Zelensky Siap Jalani Pemilu Lagi Jika Perang Belum Berakhir
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap mencalonkan diri kembali jika pemilihan umum digelar selama konflik dengan Rusia berlangsung, menegaskan kewajiban membela negara hingga akhir perang.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan komitmennya untuk kembali maju dalam pemilihan umum jika proses demokrasi dilaksanakan di tengah situasi perang dengan Rusia. Meski masa jabatannya telah berakhir sejak Mei 2024, ia menolak mengadakan pemilu baru dengan alasan kondisi darurat militer yang masih berlaku sejak konflik memburuk pada Februari 2022. Zelensky menekankan bahwa keputusan untuk tetap menjabat bukan tanpa pertimbangan, melainkan respons terhadap ancaman keamanan nasional yang belum mereda.
Dalam wawancara eksklusif dengan acara ‘Meet the Press’ di NBC News, Zelensky menegaskan bahwa jika pemilu digelar selama masa perang, ia akan mencalonkan diri kembali. “Jika itu terjadi selama masa perang – tentu saja. Ini adalah tanggung jawab saya, karena saya harus membela negara saya dari awal hingga akhir perang ini,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan tekadnya untuk tetap memimpin negara di tengah tantangan kritis, meskipun pernah berjanji hanya menjabat satu periode saat kampanye 2019.
Ia juga menyerukan gencatan senjata minimal selama 60 hari sebagai syarat penting untuk mempersiapkan pemilu yang adil dan transparan. Menurut Zelensky, waktu tersebut diperlukan untuk merevisi undang-undang pemilu dan membangun infrastruktur demokrasi yang stabil. Ia menilai proses demokrasi tidak bisa diabaikan, bahkan di tengah perang, karena keberlangsungan negara tergantung pada legitimasi yang diperoleh melalui pemilu.
Namun, Moskow menolak tuntutan tersebut. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut ide pemilu sebagai alat untuk memanfaatkan gencatan senjata demi memulihkan kekuatan militer dan mengatur ulang strategi perang. Ia menyatakan Rusia hanya bersedia menghentikan serangan pada hari pemungutan suara, tanpa kompromi atas durasi gencatan senjata. Meski demikian, Moskow tetap membuka ruang untuk kehadiran pemilu sebagai bagian dari proses politik, selama tidak digunakan sebagai dalih strategis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

