Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

159 Manajer Kopdes Merah Putih Mundur, Pemerintah Tetap Pantau Operasional

Sebanyak 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri saat 8.000 unit mulai beroperasi, namun pemerintah menegaskan tidak ada kerugian negara dan akan memperkuat pengawasan serentak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
159 Manajer Kopdes Merah Putih Mundur, Pemerintah Tetap Pantau Operasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 159 manajer koperasi desa dan kelurahan Merah Putih secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada saat 8.000 unit koperasi mulai beroperasi secara nasional. Kejadian ini terjadi pada pekan ini, tepat di tengah peluncuran skala besar program distribusi bahan pokok subsidi melalui jaringan koperasi desa. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, dalam pertemuan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Meski terjadi pengunduran diri, Joao menegaskan bahwa proses ini tidak berdampak pada kerugian keuangan negara. Ia menekankan bahwa para manajer yang mundur merupakan warga negara yang terlibat secara sukarela, dan pihaknya tetap terbuka untuk membina mereka kembali jika berminat kembali terlibat dalam program. “Itu anak bangsa, tidak ada yang rugi. Kalau saya dibina, boleh saja,” tegasnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa mulai hari berikutnya akan dilakukan pemantauan dan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh unit Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi. Langkah ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, TNI, dan pemerintah daerah guna memastikan kelancaran distribusi bahan pokok seperti gula, minyak goreng, pupuk, gas LPG, serta beras subsidi SPHP dari Bulog.

Zulhas menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis yang melibatkan hampir seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga camat. Ia menyebut bahwa belum mungkin bagi koperasi-koperasi tersebut berjalan sepenuhnya mandiri dalam waktu singkat, dan memerlukan masa pembinaan serta penguatan selama satu hingga dua tahun. “Dalam dua tahun, kalau sudah bagus, mereka bisa berjalan sendiri,” ujarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya