159 Manajer Kopdes Merah Putih Mundur, Pemerintah Tetap Pantau Operasional
Sebanyak 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri saat 8.000 unit mulai beroperasi, namun pemerintah menegaskan tidak ada kerugian negara dan akan memperkuat pengawasan serentak.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sebanyak 159 manajer koperasi desa dan kelurahan Merah Putih secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada saat 8.000 unit koperasi mulai beroperasi secara nasional. Kejadian ini terjadi pada pekan ini, tepat di tengah peluncuran skala besar program distribusi bahan pokok subsidi melalui jaringan koperasi desa. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, dalam pertemuan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
Meski terjadi pengunduran diri, Joao menegaskan bahwa proses ini tidak berdampak pada kerugian keuangan negara. Ia menekankan bahwa para manajer yang mundur merupakan warga negara yang terlibat secara sukarela, dan pihaknya tetap terbuka untuk membina mereka kembali jika berminat kembali terlibat dalam program. “Itu anak bangsa, tidak ada yang rugi. Kalau saya dibina, boleh saja,” tegasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa mulai hari berikutnya akan dilakukan pemantauan dan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh unit Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi. Langkah ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, TNI, dan pemerintah daerah guna memastikan kelancaran distribusi bahan pokok seperti gula, minyak goreng, pupuk, gas LPG, serta beras subsidi SPHP dari Bulog.
Zulhas menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis yang melibatkan hampir seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga camat. Ia menyebut bahwa belum mungkin bagi koperasi-koperasi tersebut berjalan sepenuhnya mandiri dalam waktu singkat, dan memerlukan masa pembinaan serta penguatan selama satu hingga dua tahun. “Dalam dua tahun, kalau sudah bagus, mereka bisa berjalan sendiri,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

