Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8.000 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Serentak

Sebanyak 8.000 koperasi desa merah putih mulai beroperasi secara serentak pada 15 Oktober, dengan fokus pengisian pasokan kebutuhan pokok dan subsidi di seluruh wilayah Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 5 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
8.000 Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Serentak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi meluncurkan operasional serentak 8.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai Kamis, 15 Oktober, sebagai bagian dari upaya memperkuat distribusi barang kebutuhan pokok dan subsidi di tingkat desa. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui perkuatan ekonomi lokal.

Pemantauan massal dilakukan secara bersamaan di seluruh daerah oleh perwakilan kementerian, Panglima Kodam, gubernur, hingga bupati. Langkah ini bertujuan memastikan kesiapan operasional, termasuk ketersediaan sarana transportasi, fasilitas penyimpanan, dan pasokan barang seperti beras SPHP, minyak goreng, gula, pupuk subsidi, serta gas LPG.

Zulkifli Hasan menekankan pentingnya verifikasi lapangan, termasuk memastikan kendaraan seperti truk dan pick-up dalam kondisi layak jalan, serta peralatan seperti becak motor (bentor) tersedia dan berfungsi. “Kita cek dulu apakah mobil truk itu ada, apakah mesinnya menyala, bisa digunakan atau hanya omong kosong,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Operasional koperasi ini dilakukan secara bertahap mengingat kompleksitas dan cakupan nasional yang luas. Pemerintah menargetkan seluruh kendala dapat ditangani dalam waktu satu bulan, dengan posko pemantauan 24 jam yang berada di Kemenko Pangan. Laporan harian akan disampaikan setiap sore, dan jika terjadi hambatan, Menteri akan turun langsung untuk menyelesaikannya.

Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan jaringan distribusi lokal yang efisien, mengurangi ketergantungan pada rantai pasok panjang, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dengan 29 ribu unit koperasi yang telah siap, pemerintah optimistis target 35 ribu unit hingga akhir tahun dapat tercapai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya