Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8.000 Koperasi Desa Siap Salurkan Pupuk Subsidi

Pemerintah mulai operasionalkan 8.000 koperasi desa untuk percepatan distribusi pupuk subsidi langsung ke petani tanpa perantara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 108x dibuka
8.000 Koperasi Desa Siap Salurkan Pupuk Subsidi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah resmi meluncurkan operasional serentak 8.000 koperasi desa (Kopdes) Merah Putih pada Kamis (15/10), sebagai langkah strategis memperpendek rantai distribusi pupuk subsidi ke petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa distribusi pupuk harus berlangsung langsung dari pabrik ke Kopdes, kemudian langsung ke petani, tanpa melalui intermediari yang memperlambat proses. Ia meminta PT Pupuk Indonesia mengawal proses ini secara ketat agar ketersediaan pupuk terjamin sesuai kebutuhan musim tanam.

Amran menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan hanya sebagai saluran distribusi pupuk, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengelolaan hasil panen. Koperasi diharapkan mampu menjadi pembeli langsung gabah, kedelai, dan komoditas pangan lain dari petani sebelum diserap oleh Perum Bulog. Dengan demikian, sistem yang dibangun dinilai lebih efisien, mengurangi biaya logistik, serta meningkatkan kepastian harga bagi petani.

Untuk mendukung operasional, pemerintah telah menyiapkan berbagai komoditas subsidi, termasuk pupuk, gula, minyak goreng, gas LPG, dan beras SPHP dari Bulog. Pada tahap awal, sekitar 29 ribu dari 35 ribu unit Kopdes yang ditargetkan telah siap beroperasi, sementara 8 ribu unit menjadi fokus utama dalam pengisian pasokan. Penyelenggaraan monitoring massal dilakukan oleh perwakilan kementerian, panglima kodam, gubernur, dan bupati untuk memastikan kinerja Kopdes berjalan optimal.

Pemerintah menetapkan masa pemantauan intensif selama satu bulan, dengan posko pengawasan 24 jam di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Laporan harian disusun setiap sore, dan jika ditemukan hambatan, pejabat tingkat nasional siap turun langsung ke lapangan. Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa semua elemen pemerintah daerah dan pusat wajib mendukung agar sistem ini berjalan mulus dan mampu menjangkau seluruh petani di seluruh wilayah Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya