Anak Meninggal Akibat Asap Karhutla, Kekhawatiran Kesehatan Meningkat di Daerah Terdampak
Kasus kematian balita akibat gangguan pernapasan diduga akibat asap karhutla di Samarinda mengungkap krisis kesehatan yang belum tercatat secara menyeluruh di tujuh provinsi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 102x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang balita berusia 14 bulan meninggal dunia di Samarinda, Kalimantan Timur, setelah mengalami gejala sesak napas yang memburuk dalam beberapa hari terakhir. Kematian anak yang dikenal dengan panggilan Canin ini terjadi pada 15 Oktober 2026, tepat pada hari ulang tahunnya, menimbulkan duka mendalam bagi keluarganya dan menjadi sorotan atas dampak serius asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan anak-anak. Ibunya, Cindy, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan putrinya memburuk sejak satu bulan lalu, saat kabut asap tebal mulai mengelilingi permukiman mereka di Kecamatan Palaran.
Menurut data resmi dari Dinas Kesehatan setempat, sejak Januari hingga 12 Oktober 2026, tercatat lebih dari 322 ribu kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kalimantan Timur. Angka ini hanya mencatat kasus yang terlaporkan, sementara para ahli memperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan. Dr. Fifi Sofiah, dokter spesialis anak, menekankan bahwa partikel PM2.5 dari asap karhutla sangat kecil—bahkan lebih halus dari sehelai rambut—dan dapat menembus sistem pernapasan hingga mencapai aliran darah, berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada anak-anak.
Cindy menceritakan perjalanan medis anaknya dengan haru. Setelah dibawa ke puskesmas karena kesulitan bernapas, anaknya sempat dinyatakan tidak memerlukan rawat inap. Namun, kondisinya kian memburuk hingga harus dirujuk ke rumah sakit. Meski telah mendapat perawatan intensif, termasuk nebulizer dan perawatan di ruang PICU, nyawa Canin tidak dapat diselamatkan. Ia meninggal pada pukul 06.47 WITA, setelah sempat mengalami henti napas dan harus dilakukan resusitasi jantung.
Pihak rumah sakit menyatakan tidak dapat menetapkan secara pasti penyebab kematian sebagai akibat langsung dari asap karhutla, karena gangguan pernapasan pada anak dapat dipicu berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri atau virus. Namun, narasumber dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) menegaskan bahwa situasi ini sudah memasuki kategori kedaruratan kesehatan, mengingat cakupan dampak yang luas dan tingginya angka rawat inap anak-anak. Cindy meminta agar pemerintah tidak meremehkan ancaman asap karhutla dan memprioritaskan penanganan medis darurat tanpa hambatan administratif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

