Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

APBN sebagai Pelindung Ekonomi dari Guncangan Global

Pemerintah menegaskan peran APBN sebagai peredam risiko eksternal dengan kebijakan fiskal yang adaptif, disiplin, dan berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
APBN sebagai Pelindung Ekonomi dari Guncangan Global📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menekankan pentingnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai alat perlindungan utama terhadap tekanan ekonomi global yang terus menguat. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa stabilitas fiskal dan keuangan nasional menjadi fondasi strategis untuk menjaga ketahanan perekonomian dalam menghadapi berbagai tantangan kompleks. Di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar global, kebijakan fiskal harus mampu merespons dinamika tanpa mengorbankan prinsip keseimbangan anggaran.

Dalam kondisi saat ini, risiko yang muncul dari konflik regional dapat langsung memengaruhi pasokan energi, mengerek harga minyak, dan menimbulkan lonjakan inflasi. Dampaknya pun meluas ke tingkat suku bunga global, arus modal, nilai tukar rupiah, hingga biaya pinjaman. APBN, dalam kerangka ini, diharapkan berfungsi sebagai shock absorber yang efektif—mengurangi dampak negatif tanpa melemahkan konsistensi keuangan negara.

Untuk itu, kebijakan fiskal harus tetap responsif terhadap perubahan, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan konsistensi jangka panjang. Juda menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerangka kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan, sekaligus memastikan keseimbangan antara perlindungan ekonomi saat ini dan keberlanjutan fiskal di masa depan. Fokusnya bukan hanya pada penyesuaian anggaran, tetapi juga pada efisiensi dan efektivitas penggunaan dana.

Di samping itu, stabilitas sistem keuangan juga menjadi prioritas utama. Sistem yang kuat, efisien, dan inklusif dinilai sebagai pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan memperdalam akses pembiayaan ke sektor produktif, UMKM, inovasi teknologi, dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah berupaya memastikan bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak hanya tahan guncangan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya