APBN sebagai Pelindung Ekonomi dari Guncangan Global
Pemerintah menegaskan peran APBN sebagai peredam risiko eksternal dengan kebijakan fiskal yang adaptif, disiplin, dan berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menekankan pentingnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai alat perlindungan utama terhadap tekanan ekonomi global yang terus menguat. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa stabilitas fiskal dan keuangan nasional menjadi fondasi strategis untuk menjaga ketahanan perekonomian dalam menghadapi berbagai tantangan kompleks. Di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar global, kebijakan fiskal harus mampu merespons dinamika tanpa mengorbankan prinsip keseimbangan anggaran.
Dalam kondisi saat ini, risiko yang muncul dari konflik regional dapat langsung memengaruhi pasokan energi, mengerek harga minyak, dan menimbulkan lonjakan inflasi. Dampaknya pun meluas ke tingkat suku bunga global, arus modal, nilai tukar rupiah, hingga biaya pinjaman. APBN, dalam kerangka ini, diharapkan berfungsi sebagai shock absorber yang efektif—mengurangi dampak negatif tanpa melemahkan konsistensi keuangan negara.
Untuk itu, kebijakan fiskal harus tetap responsif terhadap perubahan, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan konsistensi jangka panjang. Juda menyatakan bahwa pemerintah akan terus memperkuat kerangka kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan, sekaligus memastikan keseimbangan antara perlindungan ekonomi saat ini dan keberlanjutan fiskal di masa depan. Fokusnya bukan hanya pada penyesuaian anggaran, tetapi juga pada efisiensi dan efektivitas penggunaan dana.
Di samping itu, stabilitas sistem keuangan juga menjadi prioritas utama. Sistem yang kuat, efisien, dan inklusif dinilai sebagai pilar utama bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan memperdalam akses pembiayaan ke sektor produktif, UMKM, inovasi teknologi, dan penciptaan lapangan kerja, pemerintah berupaya memastikan bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak hanya tahan guncangan, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

MNC University Edukasi Generasi Muda soal Pajak Digital
Seminar ‘Smart Tax for Digital Workers’ diikuti 67 peserta dari mahasiswa dan calon mahasiswa akuntansi, fokus pada pemahaman sistem perpajakan modern dan kewajiban pekerja digital.
28 September 2026

Barantin Dorong 1.000 UMKM Sulteng Masuk Pasar Global
Barantin mempercepat transformasi UMKM Sulawesi Tengah menuju ekspor melalui gerakan 1.000 pelaku usaha dan klinik ekspor yang mendukung standar internasional.
28 September 2026

Indonesia Ekspor Vaksin Hewan ke Afrika untuk Pertama Kalinya
Vaksin hewan buatan dalam negeri berhasil diekspor ke empat negara di Afrika, menandai pencapaian signifikan dalam kapasitas industri kesehatan hewan nasional.
28 September 2026

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026
Berita Lainnya

Pengacara Muda Asal Muna Barat Pilih Berpolitik di Partai Rakyat Indonesia
Senin, 28 September 2026, 16.20 WITA

Minum Minuman Manis Harian Tingkatkan Risiko Kanker Lambung
Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA

Sidang PHPU Pilpres 2024 Lanjut, Pembuktian Ijazah Gibran Digelar 30 September 2026
Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA

Kalapas Cibinong Akui Perintahkan Pemindahan Barang Temuan Ombudsman
Senin, 28 September 2026, 15.46 WITA

Ombudsman Absen Rapat DPR Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
Senin, 28 September 2026, 15.44 WITA

Makassar Tumbuh 7,04%, Fraksi PKS Apresiasi Kinerja Pemkot
Senin, 28 September 2026, 15.44 WITA

Dirjen PAS Bantah Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Sebut Milik Pejabat
Senin, 28 September 2026, 15.43 WITA

13 Bangunan Rumah Dinas Lapas Cibinong Tak Terdaftar di Sistem Negara
Senin, 28 September 2026, 15.43 WITA

