APEC Business Travel Card Kini Bisa Diajukan Secara Digital
WNI kini dapat mengajukan Kartu Perjalanan Pebisnis APEC secara daring dengan proses lebih cepat dan transparan melalui platform resmi imigrasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 94x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Imigrasi telah meluncurkan sistem digital pengajuan Kartu Perjalanan Pebisnis APEC (ABTC) yang memungkinkan warga negara Indonesia mengakses perjalanan bisnis ke 19 negara anggota APEC tanpa perlu visa setiap kali bepergian. Layanan ini tersedia melalui situs resmi abtc.imigrasi.go.id, mempermudah akses bagi pelaku usaha, pejabat pemerintah, dan profesional yang memenuhi kriteria.
Proses pengajuan kini sepenuhnya digital, mulai dari pendaftaran hingga verifikasi. Calon pemohon harus mendaftar akun dengan menyertakan dokumen kependudukan seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran. Setelah aktivasi melalui email, pemohon dapat memilih kategori permohonan—baru, perpanjangan, atau perubahan data—lalu mengunggah paspor aktif, foto terbaru, serta surat rekomendasi dari instansi atau asosiasi terkait.
Biaya administrasi untuk pengurusan ABTC ditetapkan sebesar Rp2,5 juta, yang dibayarkan melalui sistem SIMPONI. Setelah pembayaran diverifikasi, proses verifikasi oleh petugas imigrasi dilakukan dalam waktu lima hari kerja. Pemohon dapat memantau status pengajuan secara real-time dan menerima notifikasi melalui email, termasuk informasi kesiapan kartu virtual atau fisik.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi menegaskan bahwa digitalisasi layanan ini bertujuan menghilangkan hambatan birokrasi, mempercepat mobilitas ekonomi, serta mendukung iklim investasi internasional. Dengan mengurangi waktu dan kompleksitas administratif, ABTC diharapkan mendorong kerja sama ekonomi lintas negara dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi Asia-Pasifik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

