Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Balai Kota DKI Buka Setiap Sabtu untuk Masyarakat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Balai Kota secara rutin setiap Sabtu mulai Oktober 2026, dengan program Namu Balai Kota yang menghadirkan tur, edukasi, dan aktivitas publik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Balai Kota DKI Buka Setiap Sabtu untuk Masyarakat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan kebijakan pembukaan kembali Balai Kota bagi masyarakat umum, dengan jadwal rutin setiap Sabtu mulai 3 Oktober 2026. Keputusan ini diambil sebagai bentuk transparansi pemerintahan dan upaya mendekatkan institusi negara dengan warga. Dalam pernyataannya di Mal Pelayanan Publik, ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas dalam kompleks Balai Kota yang sebelumnya tertutup kini diperbolehkan dikunjungi publik, termasuk ruang rapat, ruang pelantikan, dan Balairung.

Program yang diberi nama Namu Balai Kota digelar bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik serta Jakarta City Branding. Melalui inisiatif ini, masyarakat diundang untuk menjelajahi ruang-ruang publik di Balai Kota dengan sistem pengaturan antrean atau giliran. Kegiatan tidak hanya berupa tur, tetapi juga menyuguhkan edukasi, seni, budaya, kuliner, serta layanan publik yang bisa diakses langsung.

Uji coba program dilakukan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan jam operasional mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Meski belum ada informasi detail mengenai mekanisme pendaftaran, akses informasi program akan tersedia melalui laman resmi smartcity.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Pemerintah menekankan bahwa kehadiran masyarakat dalam program ini merupakan bentuk partisipasi langsung dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka.

Kebijakan ini mengingatkan pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang pada 2015 pernah membuka Balai Kota untuk umum pada akhir pekan. Saat itu, kunjungan masyarakat meningkat pesat, sekaligus menumbuhkan budaya aduannya langsung kepada pemimpin daerah. Pramono menegaskan bahwa semangat itu tetap menjadi dasar dari program baru ini, yang menekankan keterbukaan dan keterlibatan warga dalam proses tata kelola kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya