Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel

Belanda meminta klarifikasi kepada duta besar Israel atas pencabutan status diplomatik karyawan kedutaan di Ramallah, menyusul tensi akibat kebijakan perdagangan terhadap wilayah pendudukan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 17.53 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Belanda Minta Penjelasan soal Cabut Status Diplomat Israel📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Luar Negeri Belanda, Tom Berendsen, secara resmi memanggil duta besar Israel di Amsterdam untuk membahas keputusan Tel Aviv mencabut status diplomatik terhadap sejumlah staf kedutaan Belanda yang beroperasi di Ramallah, Tepi Barat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan Belanda yang melarang impor dari permukiman ilegal di wilayah Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan. Berendsen menekankan bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip hubungan diplomatik yang seimbang dan menuntut penjelasan mendalam dari pihak Israel.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, Berendsen menyatakan bahwa langkah Israel dinilai tidak perlu dan berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan. Ia menegaskan bahwa Belanda tetap berkomitmen pada diplomasi damai dan kebijakan berbasis hukum internasional. Duta Besar Israel, Zvi Aviner Vapni, dijadwalkan hadir di kementerian luar negeri Belanda pada hari Selasa untuk memberikan penjelasan langsung.

Sementara itu, sejumlah personel Belanda yang terdampak telah diberi perintah meninggalkan wilayah Israel dalam waktu tujuh hari. Keputusan ini muncul setelah Belanda memperketat aturan perdagangan terhadap produk dari wilayah yang diduduki Israel, termasuk larangan impor dari permukiman ilegal. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk tekanan politik terhadap kebijakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional.

Sebelumnya, Belanda juga telah memanggil duta besar Israel pada bulan Mei karena insiden yang melibatkan aktivis yang dianggap dijadikan alat politik dalam misi bantuan ke Gaza. Kini, tensi diplomatik kembali memanas, menandai eskalasi baru dalam hubungan bilateral yang sebelumnya sempat memburuk. Namun, Belanda tetap menekankan pentingnya dialog dan keterbukaan sebagai jalan keluar dari krisis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya