Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menegaskan seluruh wilayah Tepi Barat adalah milik negara Israel, menolak pembagian wilayah menurut kesepakatan Oslo II.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Ben Gvir Tegaskan Tepi Barat Milik Israel Sepenuhnya📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menyatakan secara tegas bahwa seluruh wilayah Tepi Barat, termasuk area yang dikelola secara berbeda menurut kesepakatan Oslo II, merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Israel. Dalam wawancara dengan media lokal, ia menolak keberlakuan pembagian Area A, B, dan C, menegaskan bahwa semua wilayah tersebut merupakan milik penuh Israel.

Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan hukum atau administratif antara ketiga area tersebut, sekaligus menegaskan klaim kepemilikan atas wilayah tersebut sebagai bagian dari identitas negara. "Tidak ada perbedaan antara Area A, B, dan C. Semuanya milik kami. Ini adalah tanah kami," tegas Ben Gvir, yang kembali menegaskan sikapnya yang keras terhadap otoritas Palestina.

Dalam kesempatan yang sama, Ben Gvir menyatakan niatnya untuk membubarkan Otoritas Palestina jika berhasil terpilih sebagai menteri pertahanan. Ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong migrasi warga Palestina, dengan menyebut bahwa sekitar 60 persen dari mereka secara sukarela ingin meninggalkan wilayah tersebut. Ia menyatakan akan mengelola proses tersebut secara sistematis, termasuk mengadakan pertemuan rutin setiap minggu untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil.

Pernyataan ini muncul menjelang pemilihan Knesset pada 27 Oktober, di mana kekuatan politik koalisi pemerintah mengalami penurunan menurut hasil jajak pendapat terbaru. Di tengah dinamika politik tersebut, Ben Gvir memperkuat posisinya dengan menekankan kebijakan yang pro-Israel dan menantang status quo. Ia juga sering mengunjungi Masjid Al Aqsa dan melakukan ritual keagamaan di Tembok Barat, yang menjadi simbol ketegangan sektarian dan politik di Yerusalem Timur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya