BGN Periksa Dapur MBG Batang Usai 219 Orang Keracunan
Badan Gizi Nasional menangani kasus keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis di Batang, temukan pelanggaran prosedur dan kebersihan, serta mencopot kepala dapur.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap temuan awal terkait proses produksi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang, Kabupaten Batang, setelah 219 warga mengalami gangguan kesehatan pada 23 September 2026. Investigasi awal menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengolahan telur, yang diproses pada pukul 19.30 WIB dan kembali dipanaskan pada pukul 02.30 WIB sebelum distribusi. Proses ini dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur, menjadi salah satu fokus pemeriksaan.
Selain itu, tim BGN mengidentifikasi kondisi kebersihan dapur yang tidak memenuhi kriteria, termasuk kurangnya sanitasi dan pengelolaan bahan makanan yang tidak terkontrol. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa tindakan tegas telah diambil dengan mencopot kepala SPPG Bawang serta menerapkan suspend berat terhadap operasional unit tersebut. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah kejadian serupa dan memastikan akuntabilitas dalam penyelenggaraan program.
BGN menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung secara menyeluruh, mencakup seluruh tahapan mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi. Penyebab pasti keracunan belum ditetapkan, karena hasil laboratorium dan analisis lapangan masih dalam proses. "Kami tidak akan melakukan spekulasi sebelum semua bukti terkumpul. Semua kesimpulan harus berbasis fakta dan hasil pemeriksaan yang valid," tegas Ketut.
Hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB, sebanyak 132 orang dirawat inap di tujuh fasilitas kesehatan, sementara 87 lainnya menjalani perawatan jalan. Makanan MBG yang didistribusikan ke 11 titik penerima telah disita dan diperiksa oleh Dinas Kesehatan setempat. Evaluasi bersama pemerintah daerah dilakukan untuk menentukan langkah hukum dan perbaikan sistem, termasuk peninjauan ulang terhadap seluruh mekanisme pelaksanaan program di tingkat kabupaten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jet Tempur RAF Jatuh di Anglesey, Dua Pilot Selamat
Sebuah jet tempur Hawk T2 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris jatuh dan meledak dekat permukiman di Anglesey, namun dua pilot berhasil melontarkan diri dan selamat.
24 September 2026
Narapidana Diduga Bayar Sewa Hunian Mewah di Lapas Cibinong
Ombudsman RI menduga narapidana membayar sewa untuk tinggal di rumah mewah di Lapas Cibinong, sementara pengunjung dikenai pungutan liar Rp150 ribu per minggu.
24 September 2026

Prabowo Bentuk Badan Nasional Pengelola Gambut dan Mangrove
Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional sebagai langkah strategis pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
24 September 2026

PLN Perkuat Kolaborasi, Nilai Kerja Sama Capai Rp3,3 Triliun
PLN resmi menjalin lima kerja sama strategis bernilai total Rp3,3 triliun dalam forum Electricity Connect 2026 untuk percepatan transisi energi dan kemandirian listrik nasional.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

