Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Blora dan Ponorogo Perkuat Kolaborasi Usulkan Barongan ke UNESCO

Pemkab Blora dan Ponorogo resmi menjalin kemitraan untuk mendukung pengusulan Barongan Blora sebagai warisan budaya tak benda UNESCO melalui jalur perluasan Reog Ponorogo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.27 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
Blora dan Ponorogo Perkuat Kolaborasi Usulkan Barongan ke UNESCO📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Blora dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo secara resmi menandatangani kesepakatan kerja sama dalam upaya memperkuat proses pengusulan Barongan Blora sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia melalui jalur USL Extension Reog Ponorogo. Perjanjian ini ditandatangani di rumah dinas bupati Ponorogo, dihadiri Bupati Blora Arief Rohman dan Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita, dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Jumat (16/10). Langkah ini menjadi langkah strategis untuk memastikan Barongan Blora dapat terdaftar bersama Reog Ponorogo yang telah lebih dulu diakui oleh UNESCO.

Arief Rohman menegaskan bahwa tujuan utama dari kolaborasi ini adalah agar Barongan Blora bisa masuk dalam daftar warisan budaya tak benda dunia melalui jalur perluasan, sehingga tidak terjadi tumpang tindih klaim dari daerah lain yang juga memiliki tradisi serupa. Ia menyampaikan bahwa dukungan dari Ponorogo sangat krusial, mengingat pengalaman sukses dalam pengajuan Reog Ponorogo bisa menjadi acuan penting. "Kami ingin meniru jejak yang telah dibuka oleh Ponorogo, dengan mempercepat langkah pengajuan agar tidak tertinggal dari kabupaten lain yang juga memiliki kesenian serupa," ujarnya.

Lisdyarita menyambut baik inisiatif Blora dan menyatakan kesiapan Ponorogo untuk membantu proses administratif, dokumentasi, serta penyusunan dokumen pendukung. Ia menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas nasional, terutama dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional hingga generasi mendatang. "Kami siap berbagi pengalaman dan ilmu yang telah kami kumpulkan selama proses pengajuan Reog Ponorogo, termasuk dokumentasi dan koordinasi dengan lembaga internasional," kata Rita. Ia juga mengusulkan agar kerja sama ini tidak hanya terbatas pada budaya, tetapi bisa meluas ke sektor ekonomi kreatif seperti UMKM dan pariwisata.

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan pertunjukan gabungan antara Reog Ponorogo dan Barongan Blora, sebagai simbol sinergi antarbudaya dan dukungan nyata terhadap usulan UNESCO. Tim Asistensi UNESCO yang turut hadir juga melakukan dokumentasi video pernyataan dukungan dari Ponorogo, termasuk dari padepokan seni seperti Kawula Bantarangin, Griya Reyog Tua Siman, dan Langen Kusuma Ronowijayan Babadan, yang menjadi bagian penting dalam kelengkapan pengajuan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya