Delegasi Israel Mundur Saat Erdogan Soroti Kebijakan PBB
Delegasi Israel keluar dari sidang Majelis Umum PBB saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kritik tajam terhadap peran PBB dalam konflik Palestina, Lebanon, dan Sudan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York menjadi sorotan internasional setelah sejumlah perwakilan Israel secara tegas meninggalkan ruangan saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 22 September, dalam konteks perdebatan mengenai krisis kemanusiaan dan ketegangan regional yang melibatkan Palestina, Lebanon, serta Sudan. Erdogan menekankan kegagalan institusi global dalam menjamin keadilan dan perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik.
Kritik yang disampaikan menyentuh isu-isu sensitif, termasuk kebijakan PBB yang dinilai tidak cukup tegas terhadap tindakan militer di wilayah Palestina. Dalam pidatonya, Erdogan menyoroti ketidakberdayaan badan internasional dalam mencegah eskalasi kekerasan, terutama di wilayah yang menjadi sasaran operasi militer. Aksi mundur delegasi Israel menjadi simbol ketegangan diplomatik yang memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Ketegangan hubungan antara Turki dan Israel memburuk setelah militer Israel, IDF, melancarkan serangan udara terhadap sebuah pangkalan militer di Suriah yang berada di dekat perbatasan Turki. Aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran di Ankara, yang menilai serangan itu melanggar kedaulatan wilayah. Sejak saat itu, diplomasi antara kedua negara mengalami penurunan signifikan, dan kehadiran bersama dalam forum internasional mulai menunjukkan ketegangan yang terbuka.
Ketegangan ini menunjukkan kembali kompleksitas hubungan diplomatik global, di mana perbedaan pandangan terhadap konflik regional dapat memicu reaksi langsung bahkan dalam forum multilateral seperti PBB. Pidato Erdogan menegaskan posisi Turki sebagai pendukung kuat terhadap hak-hak rakyat yang terdampak konflik, sekaligus menekan PBB untuk lebih aktif dan objektif dalam menangani krisis kemanusiaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Banjir Bandang Solok Tewaskan Satu Orang, 36 Warga Mengungsi
Banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, menewaskan satu orang, melukai lima orang, merusak 40 rumah, dan mengganggu operasional pemerintahan daerah.
23 September 2026

Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB
Presiden AS Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmen pengiriman 8.000 personel untuk misi perdamaian di Gaza dalam sidang Majelis Umum PBB.
23 September 2026
Media AS Boyot Liputan Langsung Acara Trump
Jaringan televisi besar AS memutuskan memboikot siaran langsung peresmian helipad Gedung Putih karena larangan akses oleh Trump terhadap tiga media utama.
23 September 2026

Dedi Mulyadi Tegaskan Fokus Jadi Gubernur, Tolak Isu Duet dengan Gibran
Gubernur Jawa Barat menolak isu kemitraan dengan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029, menegaskan belum ada rencana politik jangka panjang dan tetap fokus menyelesaikan tugas di daerah.
23 September 2026
Berita Lainnya

Jonatan Gagal Bawa Indonesia Unggul di Semifinal Bulutangkis Asian Games
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA

James dan Verdonk Resmi Bergabung, Timnas Indonesia Siap Hadapi ASEAN Cup 2026
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA

Indonesia ke Semifinal Sepak Takraw Asian Games Usai Tundukkan Korea 3-0
Rabu, 23 September 2026, 15.45 WITA
Macron Tegaskan Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat Picu Krisis Kemanusiaan
Rabu, 23 September 2026, 15.43 WITA

Ruben Onsu Dinyatakan Bebas dari Tuntutan Hukum Investasi
Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA

Kayak Analytics Dorong Modernisasi Jaringan Listrik Indonesia dengan AI
Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA

Jenazah Kru Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu
Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA

Jenazah ABK Korban Kapal Jurnalis Dibawa ke Banten
Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA


