Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstrasi Prancis Ricuh, Macron Tegaskan Tindakan Tegas

Aksi protes nasional di Prancis menimbulkan kerusuhan besar, menyebabkan penjarahan dan kebakaran, sementara pemerintah menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 143x dibuka
Demonstrasi Prancis Ricuh, Macron Tegaskan Tindakan Tegas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ribuan warga Prancis turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar yang berlangsung di Paris dan sejumlah kota lain pada Sabtu, menuntut penurunan biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar. Aksi yang berlangsung selama berminggu-minggu sebelum pemilu, memicu bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan, serta memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah.

Kerusuhan mencapai puncaknya dengan terjadinya penjarahan di toko-toko dan butik mewah, serta kebakaran yang melanda beberapa area publik. Sejumlah saksi melaporkan adanya ledakan granat di kota Saint-Etienne, yang menyebabkan luka pada seorang pengunjuk rasa, menurut informasi dari sumber internal kepolisian.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan sikap tegas dalam pernyataan resminya malam hari, menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat diterima dalam kerangka negara hukum. Ia menegaskan bahwa semua pelaku kerusuhan, termasuk yang merusak properti dan menjarah, akan dikenai hukuman secara hukum. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban publik.

Perdana Menteri Sebastien Lecornu menilai aksi tersebut telah melampaui batas kebebasan berdemonstrasi yang sah. Ia mengecam tindakan kekerasan ekstrem yang dilakukan oleh kelompok tertentu, khususnya dari sayap kiri, yang menyebabkan kerusakan besar di sejumlah kota. Ia menegaskan bahwa demonstrasi damai tetap dilindungi, namun tindakan kriminal tidak akan ditoleransi.

Menurut data dari kementerian dalam negeri, sekitar 550.000 orang mengikuti aksi protes tersebut, dengan sekitar 400 orang ditangkap dalam kerusuhan yang terjadi hingga hari berikutnya. Aksi ini menjadi salah satu gelombang protes paling besar dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan ketegangan sosial yang mendalam terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya