Demonstrasi Prancis Ricuh, Macron Tegaskan Tindakan Tegas
Aksi protes nasional di Prancis menimbulkan kerusuhan besar, menyebabkan penjarahan dan kebakaran, sementara pemerintah menegaskan tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 143x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ribuan warga Prancis turun ke jalan dalam aksi demonstrasi besar yang berlangsung di Paris dan sejumlah kota lain pada Sabtu, menuntut penurunan biaya hidup dan kenaikan harga bahan bakar. Aksi yang berlangsung selama berminggu-minggu sebelum pemilu, memicu bentrokan sengit antara massa dan aparat keamanan, serta memicu kerusakan luas di sejumlah wilayah.
Kerusuhan mencapai puncaknya dengan terjadinya penjarahan di toko-toko dan butik mewah, serta kebakaran yang melanda beberapa area publik. Sejumlah saksi melaporkan adanya ledakan granat di kota Saint-Etienne, yang menyebabkan luka pada seorang pengunjuk rasa, menurut informasi dari sumber internal kepolisian.
Presiden Emmanuel Macron menyatakan sikap tegas dalam pernyataan resminya malam hari, menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat diterima dalam kerangka negara hukum. Ia menegaskan bahwa semua pelaku kerusuhan, termasuk yang merusak properti dan menjarah, akan dikenai hukuman secara hukum. Ia juga memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban publik.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu menilai aksi tersebut telah melampaui batas kebebasan berdemonstrasi yang sah. Ia mengecam tindakan kekerasan ekstrem yang dilakukan oleh kelompok tertentu, khususnya dari sayap kiri, yang menyebabkan kerusakan besar di sejumlah kota. Ia menegaskan bahwa demonstrasi damai tetap dilindungi, namun tindakan kriminal tidak akan ditoleransi.
Menurut data dari kementerian dalam negeri, sekitar 550.000 orang mengikuti aksi protes tersebut, dengan sekitar 400 orang ditangkap dalam kerusuhan yang terjadi hingga hari berikutnya. Aksi ini menjadi salah satu gelombang protes paling besar dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan ketegangan sosial yang mendalam terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

