Denmark, AS, dan Greenland Perkuat Koordinasi Keamanan Arktika
Tiga pihak akan menandatangani perjanjian di New York untuk memperkuat kerja sama keamanan di kawasan Arktika dan Atlantik Utara, dengan mengakui kedaulatan Greenland dan peran strategis AS.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pada Selasa, 22 September, Denmark, wilayah otonom Greenland, dan Amerika Serikat akan menandatangani perjanjian keamanan di markas PBB, New York, dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, serta Presiden AS Donald Trump, dengan waktu pelaksanaan pukul 10.30 waktu setempat—setara 21.30 WIB.
Perjanjian ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Arktika dan Atlantik Utara, yang kian menarik perhatian global karena meningkatnya aktivitas militer dan ekonomi di kawasan tersebut. Meski rincian teknis tidak dirilis secara publik, kesepakatan ini ditegaskan sebagai bentuk pengakuan terhadap integritas teritorial Kerajaan Denmark dan hak otonomi rakyat Greenland untuk menentukan masa depan mereka.
Trump sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa kesepakatan ini akan memberikan AS "kendali permanen" atas keamanan di Greenland, menekankan pentingnya posisi strategis kawasan tersebut. Namun, Frederiksen menegaskan bahwa perjanjian tidak mengurangi kedaulatan Greenland, melainkan memperkuat kerangka kerja sama yang sudah ada sejak perjanjian pertahanan 1951 yang diperbarui pada 2004.
Kehadiran militer AS di Greenland telah berlangsung selama puluhan tahun, termasuk melalui Pangkalan Luar Angkasa Pituffik yang menjadi bagian dari sistem pertahanan NATO. Perjanjian terbaru diharapkan dapat memperjelas kerangka operasional, koordinasi, dan tanggung jawab bersama, sambil tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan otonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

China Kecam Sanksi AS Terhadap Maskapai Iran
China menegaskan sanksi AS terhadap seluruh maskapai Iran ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional, menyerukan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip multilateralisme.
23 September 2026

MK Lanjutkan Sidang Perselisihan Syarat Ijazah Gibran
Mahkamah Konstitusi memproses sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilu terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka, dengan agenda jawaban termohon dan keterangan pihak terkait.
23 September 2026

MKD DPR Siap Panggil Rieke Diah Pitaloka Terkait Laporan Etik
Mahkamah Kehormatan Dewan bakal memanggil anggota DPR Rieke Diah Pitaloka menyusul laporan dugaan pelanggaran etik yang diseret oleh Erin Wartia terkait pendampingan terhadap mantan asisten rumah tangga.
23 September 2026

Sekolah Rakyat Ngawi Resmi Beroperasi, Fokus Pendidikan Karakter dan Akses Merata
Sekolah Rakyat Kabupaten Ngawi mulai beroperasi dengan menampung 220 siswa, menekankan pendidikan karakter melalui sistem asrama dan akses pendidikan inklusif bagi keluarga kurang mampu.
23 September 2026
Berita Lainnya

Paramount dan 12 Negara Bagian Sepakati Syarat Penyatuan dengan WBD
Rabu, 23 September 2026, 09.19 WITA

Tiffany Young Gelar Konser Solo Pertama di Jakarta
Rabu, 23 September 2026, 09.18 WITA

Spanyol Siap Berjuang Hingga Akhir untuk Final Piala Dunia 2026
Rabu, 23 September 2026, 09.11 WITA

Prancis vs Spanyol: Duel Pengendali Bola vs Kecepatan Serangan
Rabu, 23 September 2026, 09.10 WITA

Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026 Usai Tumbangkan Prancis 2-0
Rabu, 23 September 2026, 09.10 WITA

Indonesia Tetap di Posisi 20 Klasemen Medali Asian Games 2026
Rabu, 23 September 2026, 09.10 WITA

Timnas Voli Putra Siap Hadapi Thailand di Laga Pembuka Asian Games 2026
Rabu, 23 September 2026, 09.09 WITA

Herdman: ASEAN Cup dan AFF Seperti F1 vs Reli
Rabu, 23 September 2026, 09.09 WITA



