Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke NKRI

Empat anggota OPM dari Papua Tengah resmi kembali ke NKRI dengan menyerahkan senjata dan mengikuti upacara reintegrasi di Puncak Jaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke NKRI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Empat individu yang sebelumnya terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara resmi menyatakan kembali ke NKRI dalam upacara reintegrasi nasional di Makodim 1714/Puncak Jaya. Penyerahan senjata menjadi simbol keputusan strategis untuk meninggalkan jalan kekerasan dan memilih kehidupan damai bersama masyarakat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, yang menyampaikan apresiasi atas keberanian mereka menempuh jalan perdamaian.

Ketiga nama yang terlibat adalah Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Kopitua Tabuni, yang pernah menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi, turut serta dalam proses penyerahan senjata. Dari total empat pucuk senjata, terdiri atas satu AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR, dan satu pistol Combat 9 mm.

Riyanto menekankan bahwa penyerahan senjata bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pemulihan sosial dan integrasi. Ia menegaskan bahwa masa depan yang lebih baik hanya bisa diraih jika semua pihak—mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga keluarga—bersinergi dalam mendukung mereka kembali ke kehidupan normal. “Keberanian sejati bukan hanya saat mengangkat senjata, tetapi juga saat meletakkannya demi masa depan anak-anak Papua,” tegasnya.

Upacara ini menjadi bukti bahwa jalan damai tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke NKRI. Pemerintah, kata Riyanto, siap memberikan pendampingan dan dukungan untuk memastikan proses reintegrasi berjalan secara manusiawi dan bermartabat. Tujuan utamanya adalah membangun kembali kepercayaan, memperkuat hubungan antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial di wilayah perbatasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya