Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Influencer Muslimah Dibekali Etika dan Regulasi oleh PKB

Fraksi PKB menerima 98 finalis Putri Hijabinfluencer untuk membekali mereka dengan integritas, kebijakan publik, dan tanggung jawab digital dalam pengembangan konten kreatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Influencer Muslimah Dibekali Etika dan Regulasi oleh PKB📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menyelenggarakan audiensi dengan 98 finalis ajang Putri Hijabinfluencer di ruang rapat fraksi, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan ini menjadi momen penting dalam mempersiapkan generasi muda perempuan yang aktif di ranah digital, dengan fokus pada penggunaan media sosial secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Acara ini tidak hanya menilai kualitas konten, tetapi juga menanamkan nilai profesionalisme dan kepedulian sosial dalam praktik influencer.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, menekankan bahwa peran influencer saat ini jauh melampaui sekadar promosi. Ia menyampaikan bahwa para peserta harus menjadi teladan dalam memilih produk yang akan dipromosikan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan, kosmetik, dan makanan olahan. Ia menyarankan penerapan prinsip Cek KLIK—melihat kemasan, label, izin edar, serta masa kedaluwarsa—dan memastikan produk memiliki izin BPOM untuk melindungi konsumen dari risiko produk ilegal.

Pembekalan juga mencakup pelatihan mendalam mengenai regulasi komunikasi publik, pembuatan konten berkelanjutan, dan pengembangan gaya komunikasi profesional. Arzeti menegaskan bahwa keuntungan finansial tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan dalam menerima endorse. "Kalian harus memahami produknya, bukan hanya melihat bayaran besar tanpa verifikasi," tegasnya, menekankan pentingnya kewaspadaan dan integritas dalam dunia digital.

Di sisi lain, Anggota Komisi VII DPR RI dari PKB, Siti Mukaromah atau akrab disapa Erma, menyambut baik ajang ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri halal dan UMKM nasional. Ia menyoroti potensi peserta untuk menjadi agen perubahan melalui spesialisasi konten di berbagai bidang, seperti pariwisata halal, modifikasi busana muslim, kuliner halal, hingga inovasi teknologi digital. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah untuk mengungkap bakat, kapasitas, dan potensi kepemimpinan generasi muda dalam ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya