Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Eksekusi Pria Terkait Demonstrasi 2026

Iran menjatuhkan hukuman mati terhadap Siavash Jamshidi karena terbukti menembak aparat keamanan selama demonstrasi besar tahun 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Iran Eksekusi Pria Terkait Demonstrasi 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Iran telah mengeksekusi mati seorang pria bernama Siavash Jamshidi atas tuduhan serius terkait kerusuhan massa yang terjadi pada Januari 2026. Putusan hukum ini dikeluarkan setelah pengadilan menilai ia bersalah atas tindakan yang dikategorikan sebagai moharebeh, istilah hukum yang merujuk pada tindakan "berperang melawan Tuhan" dalam sistem hukum Islam. Keterangan resmi menyebutkan bahwa Jamshidi diduga menggunakan senjata api militer untuk menyerang petugas keamanan saat aksi unjuk rasa melanda sejumlah kota di negara itu.

Selain tuduhan utama tersebut, Jamshidi juga dinyatakan bersalah atas sejumlah pelanggaran lain yang tidak terkait langsung dengan protes, termasuk pencurian, penipuan, ancaman, dan kepemilikan senjata ilegal. Laporan dari situs Mizan Online, lembaga peradilan Iran, menegaskan bahwa ia terlibat secara aktif dalam gelombang kerusuhan yang dimulai dari ketidakpuasan publik terhadap kenaikan biaya hidup sejak akhir Desember 2025. Aksi protes kemudian memuncak pada 8 dan 9 Januari 2026, mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa menurut laporan pemerintah Iran.

Pemerintah Iran menyalahkan kekerasan yang terjadi pada upaya intervensi asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel, yang diduga menjadi dalang di balik kerusuhan. Namun, organisasi hak asasi manusia internasional seperti Amnesty International dan LSM Iran Human Rights menyatakan bahwa pelanggaran dilakukan oleh aparat keamanan Iran sendiri melalui penembakan terhadap demonstran yang tidak bersenjata. Peristiwa tersebut juga memicu serangan bersama AS dan Israel terhadap wilayah Iran pada akhir Februari 2026, yang kemudian memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejak peristiwa itu, Iran mengalami peningkatan drastis dalam jumlah eksekusi mati, baik terkait konflik maupun aktivitas protes. Hingga akhir tahun 2025, setidaknya 1.639 orang telah dieksekusi, menurut data dari dua lembaga pengawas hak asasi manusia. Angka ini mencatat rekor tertinggi dalam satu tahun sejak 1989 dan menjadikan Iran sebagai negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia, setelah China.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya