Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Irlandia Tunda Jabat Tangan, Sorot Konflik Gaza di Lapangan

Timnas Irlandia menolak berjabat tangan dan menundukkan kepala saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan, menegaskan posisi moral dalam konteks konflik Gaza selama laga UEFA Nations League.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.14 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Irlandia Tunda Jabat Tangan, Sorot Konflik Gaza di Lapangan📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertandingan antara Republik Irlandia dan Israel dalam ajang UEFA Nations League di Hungaria berjalan dengan nuansa politik yang kental, setelah para pemain Irlandia memilih tidak melakukan tradisi berjabat tangan sebelum pertandingan. Tindakan ini disertai dengan penurunan kepala saat lagu kebangsaan Israel diperdengarkan, mencerminkan sikap protes terhadap konflik di Gaza yang masih berlangsung. Tidak ada pula pertukaran cendera mata antara kapten kedua tim, Dara O'Shea dan Manor Solomon, sebagai bentuk penolakan simbolik terhadap partisipasi dalam pertandingan yang dianggap sensitif secara politik.

Pertandingan yang digelar di tempat netral ini telah menjadi sorotan global sejak hasil undian Februari 2026 menempatkan kedua negara dalam grup yang sama. Desakan untuk memboikot laga berasal dari berbagai kelompok advokasi, termasuk Irish Sport for Palestine, yang menggagas kampanye "Stop The Game". Para pemain Irlandia mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan atas korban jiwa dalam konflik Gaza, tindakan yang diperkuat oleh keputusan pelatih Heimir Hallgrimsson untuk memastikan bahwa keputusan tim tidak dipengaruhi oleh tekanan eksternal.

Keputusan untuk tetap bertanding diambil setelah rapat panjang di hotel Debrecen, di mana pemungutan suara menunjukkan mayoritas signifikan mendukung kelanjutan pertandingan. Namun, sejumlah pemain menyatakan ketidaknyamanan, termasuk penjaga gawang Gavin Bazunu yang memilih mundur dari skuad. Ia menegaskan bahwa bermain dalam konteks tersebut dirasa tidak tepat, meskipun tidak ada tekanan dari pelatih atau federasi untuk tetap bertahan. Hallgrimsson menyatakan bahwa keputusan pemilihan pemain didasarkan pada kinerja dan kondisi teknis, bukan pada pandangan politik.

Setelah kemenangan 3-0 atas Israel, Jack Moylan mencatatkan gol ketiga dan kemudian mencium ban lengan hitam yang dikenakannya, tindakan yang dianggap sebagai simbol perlawanan dan kesedihan. Di sisi lain, sejumlah pendukung Israel yang hadir mencemooh para pemain Irlandia saat pemanasan, menambah ketegangan di sekitar pertandingan. Meski FAI menegaskan tidak ada penjualan tiket untuk pendukung Irlandia, sejumlah penggemar tetap terlihat di stadion, menandai kompleksitas narasi di balik pertandingan ini.

Pertemuan antara kedua tim ini bukan kali pertama yang diwarnai konflik, sebelumnya tim bola basket putri Irlandia juga memilih tidak berjabat tangan saat bertanding melawan Israel. Sejak tahun 2024, Irlandia telah menyuarakan kekecewaan terhadap keterlibatan Israel dalam kompetisi UEFA, bahkan mengajukan mosi untuk penangguhan. Pada Mei 2026, pertandingan persahabatan melawan Qatar sempat terhenti karena lemparan bola tenis bergambar bendera Palestina. Kini, pertandingan melawan Israel kembali menjadi ujian bagi integritas olahraga dalam konteks konflik global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya