Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jateng Naik Peringkat Jadi Destinasi Ramah Muslim Nasional

Jawa Tengah meraih posisi kedua sebagai destinasi wisata ramah muslim terbaik nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2026, meningkat dari peringkat kelima tahun sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.49 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Jateng Naik Peringkat Jadi Destinasi Ramah Muslim Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Jawa Tengah berhasil meraih peringkat kedua dalam penilaian Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026, menandai kemajuan signifikan dibandingkan posisi kelima pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi wisatawan muslim. Penghargaan diterima secara langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sebagai wakil Gubernur Ahmad Luthfi, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (16/10).

Gus Yasin menyampaikan bahwa peningkatan peringkat menjadi pemicu bagi Pemprov Jateng untuk memperluas cakupan layanan ramah muslim di seluruh wilayah. Ia menekankan pentingnya integrasi antara pariwisata berkelanjutan, fasilitas ibadah, dan ekonomi syariah sebagai fondasi utama pengembangan destinasi. “Ini bukan sekadar pencapaian, tapi komitmen bersama menuju 2027 sebagai tahun transformasi pariwisata yang berkelanjutan dan ramah muslim,” ujarnya.

Upaya pengembangan mencakup peningkatan infrastruktur di sektor perhotelan, kuliner halal, serta fasilitas publik di destinasi wisata. Salah satu inovasi yang telah diimplementasikan adalah hadirnya fasilitas kolam renang terpisah di Karanganyar sejak 2024, yang menjadi model bagi pengembangan serupa di wilayah lain. Gus Yasin menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjadikan layanan ramah muslim merata di seluruh Jawa Tengah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyoroti bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai destinasi ramah muslim terbaik di dunia menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, dengan skor 79—angka tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaan. Ia menyatakan bahwa potensi wisatawan muslim global sangat besar, dengan proyeksi kunjungan mencapai 262 juta orang pada 2030 dan pengeluaran mencapai 310 miliar dolar AS per tahun. Menpar menekankan bahwa wisata muslim bukan lagi pasar khusus, melainkan bagian utama dari strategi pariwisata nasional.

IMTI 2026 dirancang sebagai alat evaluasi kesiapan daerah dalam menyediakan layanan ramah muslim berdasarkan empat pilar utama: akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Indeks ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas destinasi secara berkelanjutan. Menpar menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dan akses informasi menjadi kunci untuk menarik lebih banyak wisatawan muslim internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya