Senin, 28 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Karangan Bunga dan Doa Mengalir untuk Almarhum Guruh Soekarnoputra

Tokoh-tokoh nasional memadati rumah duka putra bungsu Soekarno, Guruh Soekarnoputra, yang meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah perawatan di RS Siloam Semanggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Karangan Bunga dan Doa Mengalir untuk Almarhum Guruh Soekarnoputra📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Rumah duka di Jl. Sriwijaya Raya No.26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi saksi kedatangan berbagai karangan bunga dari tokoh-tokoh penting di berbagai sektor. Bunga-bunga tersebut menghiasi sepanjang jalan menuju pintu masuk, mencerminkan penghormatan tinggi atas sosok yang dikenal sebagai putra Presiden pertama RI, Soekarno. Di antara yang mengirim bunga adalah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, serta Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo, menunjukkan pengakuan lintas institusi terhadap peran dan kontribusi almarhum.

Dua anggota DPR RI dari PDIP, Adian Napitupulu dan Sihar Sitorus, juga turut serta dalam penghormatan melalui karangan bunga. Selain itu, sejumlah tokoh publik yang hadir langsung di rumah duka mencerminkan kedekatan emosional dan penghargaan terhadap perjalanan hidup Guruh Soekarnoputra. Di antaranya adalah Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Akbar Tandjung, serta seniman ternama Addie MS. Kehadiran mereka menunjukkan dampak luas yang ditinggalkan oleh almarhum di ranah seni dan politik.

Guruh Soekarnoputra dikabarkan meninggal pada Sabtu, 26 September, setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi. Kabar duka disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristyanto, yang menyampaikan doa dan ucapan bela sungkawa: “Inna lilahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 tahun.”

Lahir pada 13 Januari 1953, Guruh merupakan anak bungsu Soekarno dari istri pertamanya, Fatmawati, dan juga adik dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Ia menempuh pendidikan di Perguruan Cikini, kemudian melanjutkan di SMA Negeri 25 Jakarta, sebelum melanjutkan studi arkeologi di University of Amsterdam hingga 1974. Ia kemudian menyelesaikan studi sarjana di Ilmu Administrasi Negara di STIAMI dan meraih gelar magister manajemen dengan fokus SDM pada 2010.

Sejak dini, Guruh dikenal sebagai tokoh kreatif dengan kontribusi besar di dunia seni. Ia mendirikan Swara Mahardika, GSP Production, Guruh Gipsy, dan Gank Pegangsaan bersama tokoh-tokoh musik seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Banyak lagu legendaris yang diciptakan atau dipopulerkan olehnya, termasuk Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, dan Galih dan Ratna. Ia juga pernah menikah dengan Guseynova Sabina Padmavati pada 2002, namun bercerai pada 2009. Dalam karier politik, ia bergabung dengan PDIP sejak 1982, menjadi anggota DPR periode 1999–2024 dari Jawa Timur, dan aktif dalam berbagai kegiatan partai hingga akhir hayatnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya