Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kilang LPG Cilamaya Resmi Beroperasi, Penuhi 10% Kebutuhan Jabar dan Jakarta

Proyek kilang LPG Cilamaya di Karawang resmi dioperasikan dengan kapasitas 160 ton per hari, mampu memenuhi 10% kebutuhan LPG wilayah Jawa Barat dan Jakarta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 147x dibuka
Kilang LPG Cilamaya Resmi Beroperasi, Penuhi 10% Kebutuhan Jabar dan Jakarta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, secara resmi meresmikan operasional kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Energi Nusantara Perkasa dan PT Euroasiatic Jaya, dengan nilai investasi sebesar US$ 36 juta atau setara Rp644,5 miliar. Kilang ini dilengkapi teknologi mekanik refrigerated dan turbo expander untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi LPG dari gas mentah.

Kapasitas produksi kilang mencapai 160 metrik ton per hari, setara dengan 52.800 ton per tahun, sedangkan hasil kondensatnya mencapai 320 barrel per hari atau sekitar 105.600 barrel per tahun. Dengan kapasitas tersebut, kilang ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 10% dari total konsumsi LPG harian di wilayah Jawa Barat dan Jakarta, yang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton per hari. Keberadaan kilang ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan impor LPG nasional.

Bahlil menegaskan bahwa kapasitas produksi LPG dalam negeri saat ini masih jauh di bawah kebutuhan, dengan total kapasitas nasional belum mencapai 8 juta ton per tahun. Akibatnya, Indonesia masih mengimpor antara 7 hingga 8 juta ton LPG tiap tahun. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Energi Nusantara Perkasa dan Pertamina atas kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui proyek ini.

Dirut PT Energi Nusantara Perkasa, Sarjono, menjelaskan bahwa kilang ini memiliki kapasitas terpasang 40 MMSCF dengan kemampuan tambahan hingga 10%, sehingga maksimal mampu menampung 44 MMSCF. Investasi proyek terdiri dari US$ 24 juta untuk aset dan US$ 12 juta untuk pemindahan teknologi. Dengan operasional kilang ini, total kapasitas pengolahan LPG di Indonesia kini mencapai 140 MMSCF, meliputi fasilitas di Gresik dan Cilamaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya