Kilang LPG Cilamaya Resmi Beroperasi, Penuhi 10% Kebutuhan Jabar dan Jakarta
Proyek kilang LPG Cilamaya di Karawang resmi dioperasikan dengan kapasitas 160 ton per hari, mampu memenuhi 10% kebutuhan LPG wilayah Jawa Barat dan Jakarta.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 147x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, secara resmi meresmikan operasional kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Energi Nusantara Perkasa dan PT Euroasiatic Jaya, dengan nilai investasi sebesar US$ 36 juta atau setara Rp644,5 miliar. Kilang ini dilengkapi teknologi mekanik refrigerated dan turbo expander untuk meningkatkan efisiensi ekstraksi LPG dari gas mentah.
Kapasitas produksi kilang mencapai 160 metrik ton per hari, setara dengan 52.800 ton per tahun, sedangkan hasil kondensatnya mencapai 320 barrel per hari atau sekitar 105.600 barrel per tahun. Dengan kapasitas tersebut, kilang ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 10% dari total konsumsi LPG harian di wilayah Jawa Barat dan Jakarta, yang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton per hari. Keberadaan kilang ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan impor LPG nasional.
Bahlil menegaskan bahwa kapasitas produksi LPG dalam negeri saat ini masih jauh di bawah kebutuhan, dengan total kapasitas nasional belum mencapai 8 juta ton per tahun. Akibatnya, Indonesia masih mengimpor antara 7 hingga 8 juta ton LPG tiap tahun. Ia menyampaikan apresiasi kepada PT Energi Nusantara Perkasa dan Pertamina atas kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui proyek ini.
Dirut PT Energi Nusantara Perkasa, Sarjono, menjelaskan bahwa kilang ini memiliki kapasitas terpasang 40 MMSCF dengan kemampuan tambahan hingga 10%, sehingga maksimal mampu menampung 44 MMSCF. Investasi proyek terdiri dari US$ 24 juta untuk aset dan US$ 12 juta untuk pemindahan teknologi. Dengan operasional kilang ini, total kapasitas pengolahan LPG di Indonesia kini mencapai 140 MMSCF, meliputi fasilitas di Gresik dan Cilamaya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

