Lurah Jakarta Bersinergi Raih Penghargaan Benyamin S
Sejumlah lurah di Jakarta berkomitmen tinggi dalam persiapan penilaian Benyamin S Award, menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kelurahan bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Para lurah di wilayah DKI Jakarta menunjukkan kesiapan maksimal dalam proses penilaian Benyamin S Award, ajang penghargaan tahunan yang menilai kinerja kelurahan berdasarkan empat pilar utama: bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Di tengah penilaian lapangan yang dilakukan oleh tim juri, sejumlah kepala kelurahan mengungkapkan pentingnya keselarasan antara kebijakan pemerintah dengan partisipasi warga dalam mencapai standar kualitas lingkungan dan pelayanan publik.
Lurah Kebon Sirih, Henny Mahroja, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah kelurahan dan warga menjadi kunci utama keberhasilan. Ia menyebut proses penyelarasan persepsi dan keterlibatan aktif warga menjadi fondasi penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Hal serupa dirasakan oleh Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, yang mengikuti dua kategori penilaian dengan fokus pada keberhasilan pengelolaan sampah di RW 6 melalui program bank sampah dan pemilahan rutin yang telah menjadi budaya masyarakat.
Di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Lurah Ria Handayani menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang meraih penghargaan. Ia menyoroti peran penting kerja sama lintas struktur, termasuk RT, RW, dan LMK, dalam mempersiapkan berbagai aspek penilaian. Dengan pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan potensi lokal seperti seni budaya dan kuliner, Ria menilai bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi juga alat untuk mendorong pembangunan wilayah yang lebih berkelanjutan.
Tim juri yang terdiri dari staf ahli Gubernur dan pakar dari organisasi perangkat daerah menilai setiap kelurahan berdasarkan empat aspek kunci. Pertama, kondisi kebersihan lingkungan tanpa sampah. Kedua, pengurangan kawasan kumuh dan pencegahan praktik buang air besar sembarangan. Ketiga, pemanfaatan ruang terbuka hijau untuk taman dan ruang publik. Keempat, eksistensi potensi seni budaya serta kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jepang Naikkan Biaya Izin Tinggal Permanen 20 Kali Lipat
Jepang menaikkan biaya izin tinggal permanen hingga 200.000 yen, disertai aturan ketat soal penghasilan, bahasa, dan pensiun, sebagai respons terhadap lonjakan populasi warga asing.
2 Oktober 2026

Prabowo Lantik Kabinet Baru, Diplomat Karier Pimpin Luar Negeri
Reshuffle besar-besaran di kabinet Prabowo menggantikan Menlu dan Kapolri, dengan diplomat berpengalaman dilantik sebagai Menlu dan petinggi BNN menjabat Kapolri.
2 Oktober 2026

Netanyahu Ucapkan Terima Kasih pada Pahlawan Penumpang Flydubai
Perdana Menteri Israel mengucapkan terima kasih langsung kepada Yaniv Hion, penumpang yang membantu menangani insiden penerbangan Dubai-Tel Aviv, dalam pertemuan yang penuh haru.
2 Oktober 2026

Indonesia Perkuat Peran di DK PBB Lewat Kampanye 2029–2030
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan komitmen melanjutkan upaya pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030 sejak dilantik.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengadilan Batasi Kunjungan Halle Berry ke Anak
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.46 WITA

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 untuk Indonesia vs Thailand Sudah Bisa Dipesan
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Perebutan Peringkat Sembilan Voli Asian Games 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Baker dan Bergson Berebut Gelar Top Skor ASEAN Cup 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Dekati Rekor Medali Asian Games 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

Indonesia Naik ke Peringkat 117 Dunia Usai Taklukkan Bangladesh
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.45 WITA

MK Tegaskan Wajibnya Alasan Tertulis Sebelum Blokir Konten
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.44 WITA

Iran Bantah Dideportasi, Pergi dari AS Sesuai Jadwal
Jumat, 2 Oktober 2026, 17.42 WITA

