Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lurah Jakarta Bersinergi Raih Penghargaan Benyamin S

Sejumlah lurah di Jakarta berkomitmen tinggi dalam persiapan penilaian Benyamin S Award, menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kelurahan bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Lurah Jakarta Bersinergi Raih Penghargaan Benyamin S📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Para lurah di wilayah DKI Jakarta menunjukkan kesiapan maksimal dalam proses penilaian Benyamin S Award, ajang penghargaan tahunan yang menilai kinerja kelurahan berdasarkan empat pilar utama: bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Di tengah penilaian lapangan yang dilakukan oleh tim juri, sejumlah kepala kelurahan mengungkapkan pentingnya keselarasan antara kebijakan pemerintah dengan partisipasi warga dalam mencapai standar kualitas lingkungan dan pelayanan publik.

Lurah Kebon Sirih, Henny Mahroja, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah kelurahan dan warga menjadi kunci utama keberhasilan. Ia menyebut proses penyelarasan persepsi dan keterlibatan aktif warga menjadi fondasi penting dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Hal serupa dirasakan oleh Lurah Lagoa, Yuyun Wahyudi, yang mengikuti dua kategori penilaian dengan fokus pada keberhasilan pengelolaan sampah di RW 6 melalui program bank sampah dan pemilahan rutin yang telah menjadi budaya masyarakat.

Di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Lurah Ria Handayani menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang meraih penghargaan. Ia menyoroti peran penting kerja sama lintas struktur, termasuk RT, RW, dan LMK, dalam mempersiapkan berbagai aspek penilaian. Dengan pendekatan kolaboratif dan pemanfaatan potensi lokal seperti seni budaya dan kuliner, Ria menilai bahwa penghargaan ini bukan sekadar pencapaian, tetapi juga alat untuk mendorong pembangunan wilayah yang lebih berkelanjutan.

Tim juri yang terdiri dari staf ahli Gubernur dan pakar dari organisasi perangkat daerah menilai setiap kelurahan berdasarkan empat aspek kunci. Pertama, kondisi kebersihan lingkungan tanpa sampah. Kedua, pengurangan kawasan kumuh dan pencegahan praktik buang air besar sembarangan. Ketiga, pemanfaatan ruang terbuka hijau untuk taman dan ruang publik. Keempat, eksistensi potensi seni budaya serta kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya