Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Macron Tegaskan Kedaulatan Prancis di Saint Pierre dan Miquelon

Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan simbolis ke Saint Pierre dan Miquelon untuk menegaskan kedaulatan wilayah Prancis di Amerika Utara, menyusul unggahan kontroversial Trump yang menampilkan wilayah itu dalam peta AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.17 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Macron Tegaskan Kedaulatan Prancis di Saint Pierre dan Miquelon📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan kunjungan resmi ke Saint Pierre dan Miquelon, wilayah otonom Prancis di lepas pantai Atlantik Kanada, sebagai bentuk penegasan kedaulatan negara di tengah ketegangan geopolitik global. Kunjungan ini menjadi yang pertama oleh seorang presiden Prancis sejak 2014 dan dilakukan sebelum sidang tahunan PBB di New York, menandai langkah strategis di tengah dinamika hubungan internasional yang memanas.

Kedatangan Macron di pulau berpenduduk sekitar 5.800 jiwa itu disambut dengan upacara formal dan diikuti pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Kedua pemimpin membahas kerja sama strategis, termasuk isu energi dan stabilitas regional, sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang dinilai krusial bagi keamanan maritim dan ekonomi di wilayah Arktik.

Situasi menjadi lebih menegangkan setelah Presiden AS Donald Trump membagikan gambar peta yang menampilkan Saint Pierre dan Miquelon bersama wilayah lain di Amerika Utara dan Karibia dalam cakupan bendera AS. Meski Prancis tidak merespons secara langsung, kunjungan Macron menjadi respons tegas yang menegaskan bahwa wilayah tersebut tetap berada di bawah yurisdiksi Prancis tanpa kompromi.

Dalam konferensi pers setelah mendarat, Macron menegaskan bahwa kedaulatan Prancis atas wilayah tersebut tidak diragukan, meskipun ada narasi aneh yang muncul di media sosial. Ia menyebut bahwa penegasan tidak perlu dilakukan secara rutin, namun tetap diperlukan ketika ada tindakan yang mengancam keutuhan wilayah. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mendorong Kanada memperluas ekspor gas alam cair ke Eropa, sebagai bagian dari strategi energi alternatif yang lebih stabil.

Kedua pemimpin juga membahas kemungkinan peningkatan kerja sama ekonomi melalui asosiasi Uni Eropa-Kanada, meski proses ratifikasi perjanjian ekonomi komprehensif masih menghadapi tantangan di beberapa negara anggota, termasuk Prancis sendiri. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi antara Eropa dan Kanada di tengah tekanan perdagangan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya