Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Media AS Boyot Liputan Langsung Acara Trump

Jaringan televisi besar AS memutuskan memboikot siaran langsung peresmian helipad Gedung Putih karena larangan akses oleh Trump terhadap tiga media utama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Media AS Boyot Liputan Langsung Acara Trump📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah stasiun televisi terkemuka di Amerika Serikat mengambil langkah mengejutkan dengan memutuskan tidak meliput secara langsung acara peresmian helipad baru di halaman selatan Gedung Putih. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang secara tegas melarang tiga media utama—CNN, MS NOW, dan Politico—mengakses lokasi resmi Gedung Putih sejak Jumat (18/9). Keputusan tersebut memicu reaksi tajam dari kalangan jurnalis dan lembaga media, yang menilai tindakan itu melanggar prinsip kebebasan pers.

Akibat boikot, acara yang menjadi sorotan publik dan dianggap sebagai simbol kebanggaan Trump berlangsung tanpa siaran langsung di televisi nasional. Seluruh alur acara hanya tersedia melalui siaran streaming di situs resmi Gedung Putih, tanpa rekaman audio atau visual yang melibatkan wartawan. Bahkan suara Trump dalam pidato peresmian tidak disiarkan secara langsung, menambah kesan bahwa acara tersebut tidak dilibatkan oleh media independen.

Tiga media yang dilarang akses telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan terhadap kebijakan tersebut. Mereka menilai pembatasan akses merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan media dan pelanggaran terhadap hak konstitusional jurnalis untuk meliput kegiatan publik. Gugatan ini tidak hanya menyoroti isu akses, tetapi juga menegaskan perlunya transparansi dalam pemerintahan yang demokratis.

Dengan aksi ini, media AS menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukanlah hak istimewa, melainkan bagian dari fungsi demokrasi. Boikot siaran langsung menjadi alat ekspresi solidaritas antarmedia, sekaligus peringatan bahwa ketika kebebasan pers dikurangi, akibatnya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya