Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah

Paus Leo menegaskan peran krusial media dalam demokrasi saat dikonfrontasi soal pembatasan akses jurnalis ke Gedung Putih oleh pemerintahan AS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 21.24 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Paus Leo Soroti Pentingnya Kebebasan Pers di Tengah Tegangan Media dan Pemerintah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam perjalanan dari Roma ke Paris, Paus Leo menyampaikan sikap tegas terhadap pembatasan akses jurnalis ke tempat kekuasaan, menekankan bahwa kebebasan pers merupakan pilar penting dalam sistem demokrasi modern. Ia menilai bahwa setiap upaya untuk menghambat peliputan oleh media oleh otoritas publik merupakan bentuk ancaman terhadap transparansi dan akuntabilitas institusi. Meski tidak menyebut nama secara eksplisit, pernyataan tersebut dianggap merujuk pada kebijakan Presiden AS yang sempat memblokir CNN dan sejumlah media lain dari meliput di Gedung Putih.

Kebijakan tersebut sempat memicu kontroversi luas, dengan sejumlah pihak menilai pelarangan itu melanggar prinsip konstitusional Amerika Serikat. Sebuah putusan hakim federal kemudian menegaskan bahwa pembatasan akses media terhadap tempat kerja pemerintah bisa mengancam hak asasi warga negara. Berdasarkan putusan itu, akses bagi jurnalis CNN, MS Now, dan Politico akhirnya dipulihkan.

Paus Leo menekankan bahwa media bukan hanya pencatat peristiwa, tetapi juga penjaga keseimbangan kekuasaan. Ia menilai bahwa tanpa kebebasan berita, masyarakat akan kehilangan alat penting untuk memahami kebijakan publik dan menilai kinerja pemimpin. Dalam konteks global, ia menekankan bahwa kebebasan pers bukan hak istimewa, melainkan kebutuhan dasar bagi kehidupan demokrasi yang sehat.

Pernyataan Paus Leo hadir di tengah meningkatnya ketegangan antara institusi kekuasaan dan media di berbagai negara. Ia menekankan bahwa otoritas publik harus menerima kritik dan pengawasan secara terbuka, karena itu merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi demokrasi. Dengan demikian, ia mengajak semua pihak, termasuk pemimpin politik, untuk menjaga ruang bagi pers dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya