Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemantauan Serentak 8.000 Kopdes Merah Putih Dimulai Besok

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan akan memantau secara langsung 8.000 koperasi desa merah putih di seluruh Indonesia mulai besok, bersama TNI dan pemerintah daerah, untuk menjamin kelancaran pasokan barang subsidi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
Pemantauan Serentak 8.000 Kopdes Merah Putih Dimulai Besok📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kegiatan pemantauan serentak terhadap 8.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dimulai besok, dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Langkah ini dilakukan secara kolaboratif dengan kementerian terkait, TNI, dan pemerintah daerah, bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan barang-barang subsidi di tingkat desa, mengevaluasi kendala operasional, serta menjamin kelancaran rantai distribusi di lapangan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Zulhas menyatakan bahwa dari target 35 ribu unit koperasi hingga akhir tahun, sekitar 29 ribu telah memenuhi syarat operasional. Sebanyak 8.000 unit menjadi fokus utama dalam pemantauan minggu ini, terutama untuk menjamin ketersediaan bahan pokok seperti pupuk, gula, minyak goreng, LPG, serta beras subsidi dari Bulog.

Program ini, menurut Zulhas, merupakan inisiatif strategis yang melibatkan seluruh lapisan pemerintahan hingga tingkat camat dan kepala desa. Ia menekankan bahwa koperasi desa belum dapat berjalan secara mandiri secara instan, sehingga memerlukan masa pembinaan selama satu hingga dua tahun. “Karena sebelumnya desa belum terbiasa berwirausaha, maka diperlukan pelatihan, bimbingan, dan pendampingan intensif agar sistem ini berjalan optimal,” ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan perusahaan untuk memenuhi pasokan beras SPHP secara maksimal ke seluruh unit Kopdes Merah Putih. Setiap KDKMP diharapkan memiliki stok minimal 2 ton, yang dikirim berdasarkan pesanan resmi (Purchase Order) yang diajukan melalui sistem Agrinas Pangan. Saat ini, lebih dari 1.250 unit telah mengajukan PO dan siap menerima distribusi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya