Pemerintahan Prabowo-Gibran Percepat Pemerataan Internet Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran fokus perluas akses internet hingga 98 persen desa, dengan fokus utama pada wilayah 3T dan lelang frekuensi 1,4GHz untuk layanan cepat dan terjangkau.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 150x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas akses internet di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah terpencil. Hingga kini, cakupan layanan digital telah mencapai hampir 98 persen di desa dan kelurahan, menjangkau sekitar 83.000 titik. Meski demikian, masih terdapat sekitar 2.000 desa yang belum terhubung, dengan Papua menjadi wilayah yang paling banyak mengalami blankspot. Upaya pemerataan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong inklusi digital dan pembangunan berkeadilan.
Untuk menangani tantangan tersebut, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus meluncurkan proyek infrastruktur kritis. Beberapa di antaranya adalah pembangunan base transceiver station (BTS) 4G, jaringan serat optik Palapa Ring yang membentang lebih dari 12 ribu kilometer, serta Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dengan kapasitas 150 Gbps. Melalui pendekatan ini, telah tercipta akses internet di 6.747 desa, 3.864 titik layanan publik, dan lebih dari 31.000 lokasi strategis di berbagai sektor.
Infrastruktur tersebut dimanfaatkan secara luas, termasuk di sektor pendidikan (68 persen), kesehatan (5,89 persen), pemerintahan (19,9 persen), serta tempat ibadah, pasar tradisional, pos keamanan, dan transportasi publik. Palapa Ring telah melayani 131 titik Network Operation Center (NOC) di 57 kabupaten/kota non-komersial, memperkuat konektivitas di daerah terpencil. Direktur Utama BAKTI, Fadhilah Mathar, menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya diukur dari jumlah infrastruktur, tetapi juga tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat.
Capaian ini diperkuat oleh data terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2026, yang mencatat penetrasi internet di Indonesia mencapai 81,76 persen atau sekitar 235 juta jiwa dari total populasi 287 juta. Angka ini menunjukkan kenaikan 6 juta pengguna dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, pemerintah menggelar lelang frekuensi 1,4GHz pada 2025 untuk mendorong layanan broadband murah dan cepat. Hasil lelang dimenangkan oleh MyRepublic dan Surge (WIFI), yang kini mengoperasikan 80 MHz frekuensi di rentang 1432–1512 MHz secara regional selama 10 tahun, memberikan akses internet hingga 100Mbps dengan biaya terjangkau.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Tembus 4,56 Juta Ton, Tertinggi Sejak 1992
Pemerintah melaporkan stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026, tertinggi sepanjang sejarah, dengan ketersediaan diperkirakan cukup hingga Juli 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Prabowo Siap Salurkan Rp400 T untuk Petani dan Nelayan Tahun Depan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

Pemerintah Alihkan Ekspor Gas ke Dalam Negeri untuk Kelistrikan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.36 WITA

