Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perguruan Tinggi Diminta Jadi Pelopor Pelestarian Budaya

Menteri Kebudayaan menegaskan peran kampus dan mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan kekayaan budaya Indonesia melalui pendidikan dan inovasi berbasis tradisi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perguruan Tinggi Diminta Jadi Pelopor Pelestarian Budaya📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengajak perguruan tinggi turut aktif dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional. Menteri Kebudayaan menekankan bahwa kekayaan budaya Indonesia, yang terbentuk dari peradaban panjang, tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikembangkan secara holistik agar tetap relevan di era modern. Ia menilai bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki kapasitas strategis sebagai pusat penelitian, dokumentasi, dan inovasi budaya.

Dalam kesempatan acara puncak Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, ia menyoroti berbagai aspek budaya yang perlu dilindungi, mulai dari bahasa daerah, tradisi lisan, adat istiadat, pengetahuan lokal, hingga seni dan olahraga tradisional. Menurutnya, pelestarian bukan hanya soal mempertahankan warisan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung kreativitas dan kemandirian budaya.

Ia menekankan bahwa kebudayaan merupakan sumber daya tak terbatas selama ada generasi yang peduli dan terlibat. Berbeda dengan sumber daya alam yang terbatas, budaya dapat terus berkembang selama ada pegiat, manusia, dan ruang untuk eksplorasi. Oleh karena itu, perlu dibangun ekonomi berbasis budaya yang berkelanjutan, yang dapat menopang kehidupan masyarakat sekaligus menjaga identitas nasional.

Wakil Rektor I IPB University menegaskan bahwa kegiatan Gebyar Nusantara merupakan bentuk konkret komitmen kampus dalam menjaga keberagaman budaya bangsa. Melalui peragaan bahasa, busana, tarian, dan kuliner dari berbagai daerah, mahasiswa turut menghidupkan kearifan lokal. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya karya kreatif yang berakar pada budaya lokal namun memiliki nilai kompetitif di tingkat global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya