Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB

Presiden Iran menegaskan tekad mempertahankan posisi negara dalam pidato di Majelis Umum PBB, menyoroti pelanggaran komitmen AS dan menolak kekerasan sebagai alat penyelesaian konflik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan komitmen kuat untuk menyampaikan posisi nasional secara tegas dalam forum internasional saat tampil di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan atau ketidakadilan, meskipun menghadapi tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat dan sekutunya. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers sebelum sidang, menandai sikap yang teguh dan berkebanggaan atas perjuangan rakyat Iran.

Pezeshkian menekankan bahwa perjuangan Iran bukan sekadar pertahanan terhadap ancaman militer, melainkan perjuangan untuk mempertahankan martabat dan kedaulatan. Ia menyampaikan bahwa rakyat Iran telah melewati masa sulit dengan kebanggaan, dan tetap mempertahankan pendirian tanpa kompromi. Pidato di PBB menjadi kesempatan strategis untuk menyoroti penderitaan yang dialami, terutama dalam konteks konflik yang berlangsung hingga kini.

Ia kritik tajam terhadap Amerika Serikat yang dinilai gagal memenuhi komitmen setelah gencatan senjata dan kerja sama melalui nota kesepahaman. Pezeshkian menegaskan bahwa dunia membutuhkan keadilan yang nyata, di mana hak-hak bangsa dan individu harus dihormati tanpa paksaan. Menurutnya, kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk memaksa suatu negara tunduk, terlebih jika dilakukan dengan dalih menanggulangi terorisme.

Pezeshkian juga menyoroti pentingnya menilai situasi di lapangan berdasarkan realitas, bukan hanya narasi yang dikembangkan oleh pihak tertentu. Ia mempertanyakan legitimasi serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur umum, menekankan bahwa setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. Pidato ini menjadi bentuk perlawanan diplomatik yang menegaskan bahwa Iran akan terus membela kepentingan nasional dengan keberanian dan konsistensi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya