Pezeshkian Janjikan Perlawanan Tegas di PBB
Presiden Iran menegaskan tekad mempertahankan posisi negara dalam pidato di Majelis Umum PBB, menyoroti pelanggaran komitmen AS dan menolak kekerasan sebagai alat penyelesaian konflik.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan komitmen kuat untuk menyampaikan posisi nasional secara tegas dalam forum internasional saat tampil di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan tunduk terhadap tekanan atau ketidakadilan, meskipun menghadapi tekanan berkelanjutan dari Amerika Serikat dan sekutunya. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers sebelum sidang, menandai sikap yang teguh dan berkebanggaan atas perjuangan rakyat Iran.
Pezeshkian menekankan bahwa perjuangan Iran bukan sekadar pertahanan terhadap ancaman militer, melainkan perjuangan untuk mempertahankan martabat dan kedaulatan. Ia menyampaikan bahwa rakyat Iran telah melewati masa sulit dengan kebanggaan, dan tetap mempertahankan pendirian tanpa kompromi. Pidato di PBB menjadi kesempatan strategis untuk menyoroti penderitaan yang dialami, terutama dalam konteks konflik yang berlangsung hingga kini.
Ia kritik tajam terhadap Amerika Serikat yang dinilai gagal memenuhi komitmen setelah gencatan senjata dan kerja sama melalui nota kesepahaman. Pezeshkian menegaskan bahwa dunia membutuhkan keadilan yang nyata, di mana hak-hak bangsa dan individu harus dihormati tanpa paksaan. Menurutnya, kekerasan tidak boleh menjadi alat untuk memaksa suatu negara tunduk, terlebih jika dilakukan dengan dalih menanggulangi terorisme.
Pezeshkian juga menyoroti pentingnya menilai situasi di lapangan berdasarkan realitas, bukan hanya narasi yang dikembangkan oleh pihak tertentu. Ia mempertanyakan legitimasi serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur umum, menekankan bahwa setiap tindakan harus dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. Pidato ini menjadi bentuk perlawanan diplomatik yang menegaskan bahwa Iran akan terus membela kepentingan nasional dengan keberanian dan konsistensi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Arab Kecam Kunjungan Netanyahu ke Terowongan Al-Aqsa
Lima negara Arab mengecam kunjungan Netanyahu dan menteri Israel ke kompleks Al-Aqsa, menyatakan pelanggaran terhadap status quo dan kesucian situs suci.
22 September 2026

Pajero dan Pajero Sport: Dua Eksplorasi Berbeda dalam Keluarga SUV
Dua model SUV andalan Mitsubishi, Pajero dan Pajero Sport, hadir dengan desain, spesifikasi, dan posisi pasar yang berbeda meski sama-sama mengusung nama legendaris.
22 September 2026

Libra 2026: Fokus pada Keseimbangan dan Refleksi Pribadi
Akhir 2026 menjadi periode penting bagi Libra untuk mengevaluasi karier, hubungan, dan keputusan pribadi dengan lebih mendalam.
22 September 2026

80 Pejuang Houthi Tewas dalam Pertempuran Sengit di Marib
Serangan besar milisi Houthi di Marib gagal setelah pasukan pemerintah Yaman memukul mundur lawan dengan dukungan udara, menewaskan 80 anggota milisi dan menghancurkan sembilan kendaraan tempur.
22 September 2026
Berita Lainnya

DPR Sahkan UU Reforma Agraria, Tuntutan Keadilan Tanah Terus Bergulir
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

Penembakan di Sekolah Turki Tewaskan 5 Pelajar
Selasa, 22 September 2026, 17.54 WITA

DPR Gelar Uji Kelayakan 25 Calon Duta Besar RI
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Gus Yaqut Marah di Rapat soal Dugaan Penyelewengan Dana Haji
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Akuntansi Pelajari Dunia Pasar Modal Secara Langsung
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Utang BLBI Rp218,3 Triliun Dibayar Tuntas di Masa Prabowo
Selasa, 22 September 2026, 17.53 WITA

Prabowo Panggil Djaka Budi Utama ke Istana, Fokus Bahas Kebijakan Bea Cukai
Selasa, 22 September 2026, 17.52 WITA

Bupati Bolmut Ditetapkan Tersangka Usai OTT KPK
Selasa, 22 September 2026, 17.52 WITA

