Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLN Group Perkuat Kolaborasi Strategis, Targetkan Investasi Rp3,3 Triliun

PLN Group resmi menandatangani lima kerja sama strategis bernilai hingga Rp3,3 triliun dalam forum Electricity Connect 2026 untuk percepatan transisi energi bersih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 17.32 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
PLN Group Perkuat Kolaborasi Strategis, Targetkan Investasi Rp3,3 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PLN Group secara resmi meluncurkan lima kesepakatan strategis dalam gelaran Electricity Connect 2026, dengan nilai estimasi total mencapai Rp3,3 triliun. Kolaborasi ini mencakup pengembangan sistem hibrida berbasis PLTS dan BESS di wilayah terisolasi, modernisasi gardu induk berbasis komponen dalam negeri, penguatan rantai pasok serta transfer teknologi komponen kritis, pemeliharaan aset generator dan motor listrik, serta ekspansi layanan maintenance, repair, and overhaul (MRO) ke kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya konkret dalam mewujudkan transisi energi nasional yang berkelanjutan.

Pada pembukaan forum, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia tetap berkomitmen pada target Net Zero Emissions hingga 2050–2060. Dalam konteks ini, porsi energi baru terbarukan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) diproyeksikan mencapai 70 persen, disertai penambahan kapasitas PLTS sebesar 100 gigawatt. Program ini membutuhkan investasi sebesar Rp1.140 triliun, dengan potensi penghematan tahunan mencapai Rp73,9 triliun dan kontribusi penurunan emisi karbon sebesar 140,16 juta ton CO2 per tahun.

Selain dampak lingkungan, program ini juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 5,518 juta orang dan menciptakan nilai pasar karbon hingga Rp6,31 triliun. Bahlil menekankan pentingnya keterlibatan ekosistem dalam negeri, termasuk sektor industri, akademisi, dan pelaku usaha, untuk memprioritaskan produk dalam negeri dalam pelaksanaan proyek. Ia menegaskan, impor hanya dilakukan secara selektif demi menghindari dominasi produk asing yang dapat merusak daya saing industri lokal.

Darmawan Prasodjo, Ketua Dewan Pengawas MKI dan Dirut PLN, menegaskan bahwa kedaulatan energi harus dibangun atas fondasi sistem kelistrikan yang andal, terjangkau, dan bersih. Ia menyebut bahwa pertumbuhan kebutuhan listrik akibat hilirisasi, pusat data, digitalisasi, dan elektrifikasi menjadi pemicu utama percepatan transformasi. PLN kini membangun ekosistem terintegrasi melalui percepatan PLTS 100 GW, dukungan BESS, Green Enabling Super Grid, serta digitalisasi menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Forum Electricity Connect 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi nyata antara pemerintah, PLN, mitra strategis, dan investor global. Darmawan menekankan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar komitmen, melainkan telah membentuk wujud nyata dalam bentuk kerja sama bernilai Rp3,3 triliun. Dampaknya terasa langsung dalam bentuk peningkatan investasi, adopsi teknologi canggih, pertumbuhan industri dalam negeri, dan penguatan SDM. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan kawasan, serta menurunkan angka kemiskinan demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya