Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU

Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan BBM penugasan. Program ini ditargetkan menjangkau 3.679 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Indonesia, dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas, serta pencegahan penyalahgunaan subsidi. Peluncuran dilakukan pada Malam Puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi di Jakarta, yang juga menjadi ajang penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar upaya pengawasan teknis, melainkan bentuk pembinaan talenta muda bangsa melalui pengalaman langsung di lapangan. Petugas yang ditempatkan akan dilibatkan secara aktif dalam pemantauan distribusi, pemantauan data, serta pencegahan kebocoran subsidi. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas, kompetensi, dan dedikasi agar pasokan energi dapat tersalur secara merata dan tepat sasaran hingga ke tingkat terbawah.

Penempatan petugas mengutamakan putra-putri daerah sesuai domisili wilayah, guna memperkuat pemahaman terhadap kondisi geografis, mempercepat respons logistik, dan meningkatkan penerimaan masyarakat setempat. Meski demikian, setiap peserta wajib menandatangani Pakta Integritas dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas, terbuka bagi lulusan perguruan tinggi yang berminat.

Pendaftaran dibuka mulai 23 Oktober hingga 1 November 2026, dengan informasi lengkap tersedia melalui portal daring resmi. Penghargaan Energi Subroto 2026 yang diselenggarakan dalam acara yang sama menyoroti prestasi di berbagai sektor, termasuk operasional, transisi energi, inovasi, tata kelola, dan partisipasi publik. Penerima penghargaan mencakup perusahaan, pemerintah daerah, hingga tokoh muda dan tokoh yang telah wafat, yang dianggap berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor energi nasional.

Yuliot menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan pengakuan terhadap kerja keras yang berkelanjutan selama bertahun-tahun. Ia menekankan bahwa tata kelola sumber daya energi bukan hanya tentang produksi dan keuntungan, tetapi juga tanggung jawab besar terhadap kedaulatan nasional dan kesejahteraan rakyat. Dengan program dan penghargaan ini, pemerintah berharap lahir praktik terbaik, kolaborasi lintas sektor, serta transformasi menuju energi yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya