Santri Diminta Perkuat Literasi Lewat Budaya Baca
Anggota DPR RI menekankan peran santri dalam memperkuat literasi nasional melalui tradisi membaca yang inklusif dan kontekstual.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi ajang refleksi penting bagi seluruh kalangan santri untuk memperkuat budaya membaca sebagai fondasi keilmuan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menekankan bahwa tradisi membaca bukan sekadar kewajiban spiritual, tetapi alat strategis dalam mengatasi tantangan literasi yang masih menghambat kemajuan bangsa. Ia menilai bahwa semangat membaca yang telah menjadi ciri khas santri harus diperluas melampaui kitab suci ke berbagai karya ilmiah, sastra, dan fiksi.
Fikri menekankan bahwa membaca bukan hanya tentang menyerap informasi, tetapi juga membangun kemampuan memahami realitas sosial dan perkembangan zaman. Ia menyoroti nilai-nilai keberlanjutan dalam tradisi santri, yang selalu mengedepankan keingintahuan dan kajian mendalam. Dalam konteks sejarah, ia mengingatkan peran penting para santri dalam perjuangan kemerdekaan, terutama setelah proklamasi 17 Agustus 1945, termasuk instruksi KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 untuk bangkit mempertahankan kemerdekaan.
Ia juga menyoroti makna kata "santri" yang memiliki akar linguistik dalam bahasa Sanskerta, yakni *shastri*, merujuk pada seseorang yang ahli membaca kitab suci, serta dalam konteks budaya Jawa sebagai *cantrik*, yang berarti murid yang belajar secara intensif dari seorang guru. Menurutnya, konsep ini relevan hingga kini, di mana santri tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pelopor pemikiran kritis dan solusi atas persoalan modern.
Sebagai bagian dari upaya pembangunan pendidikan nasional, Fikri menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan, termasuk Perpustakaan Nasional, dalam membuka akses terhadap beragam sumber bacaan. Ia berharap momentum Hari Santri dapat mendorong pesantren menjadi pusat transformasi ilmu yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga aktor utama dalam membangun peradaban bangsa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

