Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Rudal Houthi Guncang Istana Yaman, 8 Korban Jiwa

Enam ledakan beruntun menghantam kompleks istana di Aden, menewaskan dua orang dan melukai enam lainnya, dengan Houthi mengaku bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Serangan Rudal Houthi Guncang Istana Yaman, 8 Korban Jiwa📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada hari Kamis, area sekitar Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden diguncang oleh enam ledakan beruntun yang menggoyahkan stabilitas keamanan di kota pelabuhan Yaman. Serangan yang dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang didukung Iran, menewaskan setidaknya dua warga sipil dan melukai enam lainnya. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang kembali memanas antara milisi Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi, menandai langkah paling terbuka dalam serangan terhadap institusi negara yang sah.

Menurut laporan dari sumber terkait, dua ledakan terjadi di puncak bukit dekat istana, sementara empat lainnya menghantam area gerbang keamanan utama. Kementerian Informasi Yaman mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone tak berawak. Pihak pemerintah menyatakan bahwa Perdana Menteri Shaya Al-Zindani dan jajaran menterinya dalam kondisi aman, karena sebelumnya mereka telah menghentikan kegiatan rutin di dalam kompleks istana sebagai tindakan pencegahan.

Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan, Dr. Rashad Al-Alimi, segera menginstruksikan otoritas militer dan keamanan untuk menanggapi ancaman secara tegas. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap istana bukan sekadar tindakan militer, melainkan bagian dari strategi teror yang sistematis, menargetkan fasilitas krusial seperti bandara, fasilitas energi, dan objek sipil di Yaman maupun Arab Saudi. Menurut Al-Alimi, aksi ini merupakan bagian dari upaya menekan keberlangsungan pemerintahan sah dan menghambat upaya pemulihan nasional.

Kabinet Yaman merilis pernyataan tegas yang mengecam Houthi sebagai pelaku terorisme yang tidak membedakan antara militer dan warga sipil. Mereka menegaskan bahwa serangan ini tidak akan menghentikan komitmen pemerintah dalam melanjutkan Operasi Fajar Yaman guna mengakhiri kudeta dan memulihkan kedaulatan negara. Pihak kabinet juga mendesak PBB dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret, menekan kelompok Houthi agar berhenti menyerang warga sipil, serta menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum kemanusiaan.

Di wilayah lain, kondisi kemanusiaan di kota Taiz semakin memburuk akibat kekangan akses dan kekerasan berkelanjutan. Pemukiman di kota terbesar ketiga Yaman ini kini menghadapi kekurangan pangan, bahan bakar, dan listrik, dengan sebagian besar pompa bensin kosong. Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa lebih dari 600.000 orang di Taiz tidak dapat lagi menerima bantuan karena akses terhalang. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 120 orang tewas dan 307 lainnya terluka dalam pertempuran hingga 5 Oktober, sebagian besar di wilayah Taiz, Saada, dan Jawf. Seorang warga, Fathiyya Mohamed Al Mugahed, mengungkapkan bahwa satu-satunya yang diterima dari Houthi adalah proyektil, sementara kebutuhan dasar seperti tepung, gas, dan bahan bakar tak kunjung tersedia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya