Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Subsidi LPG 3 Kg Dipangkas, Pemerintah Dorong Transisi ke Energi Alternatif

Pemerintah menurunkan anggaran dan volume subsidi LPG 3 kg tahun depan sebagai bagian dari strategi transisi energi berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.31 WITA·👁 4 orang membaca· 4 hari ini · 5x dibuka
Subsidi LPG 3 Kg Dipangkas, Pemerintah Dorong Transisi ke Energi Alternatif📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyetujui penurunan anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, termasuk alokasi untuk LPG tabung 3 kilogram. Dalam kesepakatan bersama, total anggaran untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg ditetapkan sebesar Rp131,39 triliun, mengalami pengurangan sekitar Rp11,44 triliun dibandingkan usulan awal pemerintah yang mencapai Rp142,84 triliun. Penyesuaian ini menjadi bagian dari kebijakan fiskal yang lebih ketat dan efisien dalam pengelolaan anggaran negara.

Volume LPG 3 kg yang dialokasikan untuk tahun 2027 juga disesuaikan, diputuskan sebesar 8 juta metrik ton, lebih rendah dari usulan pemerintah yang mencapai 8,945 juta metrik ton. Penurunan ini didorong oleh berbagai pertimbangan strategis, termasuk kebijakan pengurangan ketergantungan terhadap impor energi dan upaya optimalisasi pasokan dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan stabilitas harga energi di tingkat konsumen.

Seiring dengan penyesuaian subsidi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mengembangkan alternatif energi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus utama kini beralih pada kompor listrik dan gas alam cair (CNG) sebagai pengganti konvensional. Program ini dirancang untuk mendorong transisi ke energi bersih, sekaligus mengurangi beban anggaran subsidi jangka panjang.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal penghematan, tetapi bagian dari transformasi sistem energi nasional yang lebih berkelanjutan. Dengan mengurangi subsidi LPG 3 kg, pemerintah ingin mendorong masyarakat beralih ke sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sambil tetap menjaga aksesibilitas bagi kelompok rentan melalui mekanisme bantuan yang lebih tepat sasaran.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya