Trump Ancam Hancurkan Iran Jika Tak Berunding
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran akan konsekuensi besar jika tidak berubah sikap, sambil membuka ruang diplomasi melalui kemungkinan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.18 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan fase kritis dalam hubungan dengan Iran, menegaskan bahwa keputusan besar akan segera diambil jika Teheran tidak mengubah kebijakan eksternalnya. Dalam pernyataan terbaru, ia menyiratkan opsi militer ekstrem, termasuk kemungkinan menghancurkan negara secara total, sebagai respons atas kebijakan yang dianggap mengancam kepentingan AS. Ancaman itu disampaikan dalam wawancara dengan media nasional AS, menegaskan bahwa pilihan yang tersisa mencakup tindakan militer, isolasi ekonomi, atau negosiasi.
Trump menekankan bahwa perkembangan signifikan akan terjadi dalam waktu dekat, meski secara terbuka menyatakan kesiapan untuk berdialog. Ia menyebut kemungkinan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, terutama dalam konteks Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB yang dimulai pada 22 September 2026. Namun hingga saat ini, baik pihak Iran maupun Pezeshkian belum memberikan respons resmi terhadap tawaran tersebut.
Di sisi lain, militer Iran menanggapi ancaman dengan peringatan serius, menyatakan memiliki informasi intelijen tentang rencana serangan baru dari AS. Komando Pusat Militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan memicu balasan berkelanjutan terhadap pangkalan militer AS dan sekutu regional Washington. Mereka menekankan bahwa kepentingan sekutu AS juga akan dianggap terlibat dalam konflik.
Eskalasi tersebut semakin memperparah krisis di kawasan Teluk, di mana sekutu AS mengalami kerusakan besar akibat serangan tanpa pemberitahuan sebelumnya dari Iran dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Teheran. Pada Sabtu, Riyadh diserang dengan rudal dan drone dari Yaman, menimbulkan asap pekat dari area bandara utama setelah serangkaian ledakan. Serangan ini terjadi setelah kemajuan militer mendadak kelompok Houthi di Yaman dalam beberapa pekan terakhir.
Respons AS datang dalam bentuk peringatan keamanan resmi dari Departemen Luar Negeri, yang meminta warga Amerika meningkatkan kewaspadaan. Peringatan tersebut menyoroti risiko eskalasi tak terduga, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa konflik dengan Iran kemungkinan akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu November mendatang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pramono Paparkan Strategi Transportasi Gratis Hadapi Kemacetan Jakarta
Gubernur DKI Jakarta memaparkan kebijakan transportasi terintegrasi dan subsidi gratis bagi kelompok rentan dalam pertemuan dengan Wali Kota New York.
21 September 2026

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Sembako di Sleman
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga harga kebutuhan pokok tetap wajar melalui pemantauan langsung di pasar tradisional Sleman.
21 September 2026

Baznas Perkuat Pengelolaan Zakat di 48 K/L
Baznas RI memperkuat pengelolaan zakat di 48 kementerian dan lembaga melalui evaluasi bertahap, fokus pada optimalisasi layanan dan kesiapan UPZ bagi ASN.
21 September 2026

Libur Lebaran 2027 Resmi Ditentukan, Total 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Pemerintah telah menetapkan jadwal libur Lebaran 2027 dengan lima hari libur resmi dan tiga hari cuti bersama, menyusun total 26 hari libur sepanjang tahun.
21 September 2026
Berita Lainnya

Gibran Tegaskan Keprihatinan atas Kelakuan Karyawan SPPG Bantul
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

Penutupan Sementara GKPI Rajeg Usai Keributan Viral
Senin, 21 September 2026, 12.29 WITA

BGN Berhentikan Pegawai SPPG Usai Lecehkan Siswi Keracunan MBG
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

8 Terdakwa Kasus Korupsi LPEI Divonis di PN Jakpus
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Bantuan Beras Perpanjangan Dukungan Daya Beli di Tengah Perlambatan Konsumsi
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

New York Siap Bantu Jakarta Rancang Obligasi Daerah
Senin, 21 September 2026, 12.28 WITA

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Beragam Per Jenama
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

Menkeu Tekankan Penguatan Sistem Perpajakan dan Pengawasan Berbasis Risiko
Senin, 21 September 2026, 12.27 WITA

