Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump dan Putin Sepakati Pasokan Diesel Rusia ke AS

Kesepakatan antara Trump dan Putin memungkinkan masuknya lebih dari 300 ribu ton diesel Rusia ke pasar AS, memicu protes dari Zelensky yang menilai langkah itu tidak etis dan melemahkan posisi Ukraina.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump dan Putin Sepakati Pasokan Diesel Rusia ke AS📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui kerja sama pengiriman bahan bakar diesel dari Rusia ke pasar AS dan global, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan energi pasca-sanksi. Dalam pernyataan resmi, Trump mengumumkan bahwa Rusia akan segera menyalurkan lebih dari 300 ribu ton diesel, dengan rencana tambahan 500 ribu ton pada bulan November dan 1 juta ton dalam tahap selanjutnya. Langkah ini diperkuat dengan penerbitan izin sementara oleh Departemen Keuangan AS, yang menangguhkan sebagian sanksi terhadap ekspor energi Rusia hingga April 2027.

Kebijakan ini langsung memicu kekecewaan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk ketidakjujuran, ketidaklayakan, dan kelemahan strategis. Ia menekankan bahwa langkah tersebut tidak sesuai dengan prinsip solidaritas internasional terhadap Ukraina dalam perang melawan invasi Rusia sejak Februari 2022. Zelensky menegaskan bahwa membiarkan Rusia mengekspor energi ke pasar global justru memperkuat anggaran militer Moskow, yang digunakan untuk melanjutkan agresi di wilayah Ukraina.

Pernyataan Zelensky disampaikan saat berlangsung pertemuan diplomatik antara utusan AS, Ukraina, dan negara Eropa di Miami, yang bertujuan membahas jalan keluar untuk mengakhiri konflik. Di tengah diskusi tersebut, kebijakan pasokan diesel dari Rusia menjadi sorotan karena berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antara kebijakan energi domestik AS dan dukungan terhadap Ukraina. Trump menegaskan bahwa tujuan utama dari kesepakatan ini adalah menekan kenaikan harga bahan bakar, khususnya bagi sektor pertanian, peternakan, dan transportasi logistik.

Ia menegaskan bahwa harga bahan bakar yang lebih terjangkau bagi rakyat Amerika, terutama bagi petani dan pengemudi truk, merupakan prioritas utamanya. Namun, kekhawatiran muncul mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini, terutama terkait penguatan ekonomi Rusia melalui pendapatan dari ekspor energi. Saat ini, Rusia telah menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina sejak invasi skala penuh tahun 2022.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya