Trump Dorong Perjanjian Energi dengan Rusia, Zelensky Soroti Kontradiksi
Presiden AS Donald Trump mengusulkan pergantian pemimpin Ukraina demi kesepakatan damai, sementara Zelensky mengecam langkah tersebut sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Ukraina.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keinginan agar Ukraina mengganti pemimpinnya dengan sosok yang dinilainya lebih mampu mencapai perdamaian dengan Rusia. Pernyataan itu muncul setelah Trump menyatakan telah menyetujui kerja sama pasokan solar dari Moskow ke pasar global, sejalan dengan hasil pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin. Ia menekankan bahwa kesepakatan ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga energi, terutama di AS, meski belum ada konfirmasi dari otoritas energi independen.
Trump menilai bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky gagal menciptakan kesepakatan meskipun memiliki peluang, dan menyatakan kekecewaan terhadap serangan militer Ukraina terhadap fasilitas kilang minyak Rusia. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia memutuskan mempercepat negosiasi dengan Moskow. Dalam pernyataan kepada wartawan, Trump menyebut bahwa Rusia setuju untuk mengirim lebih dari 300 ribu ton solar segera, dengan tambahan 500 ribu ton pada bulan November, total sekitar 6 juta barel—jumlah yang setara dengan konsumsi solar AS dalam waktu satu setengah hari menurut data EIA.
Namun, respons dari Kyiv justru menunjukkan ketegangan. Zelensky menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan keputusan yang lemah dari mitra yang seharusnya mendukung perlawanan. Ia menyoroti ketidaksesuaian waktu pengumuman, yang jatuh tepat saat delegasi Ukraina bertemu dengan utusan khusus Trump dan menantu presiden di Miami untuk membahas penyelesaian konflik. Zelensky menyebut bahwa berdialog dengan Putin saat negosiasi dengan AS sedang berlangsung merupakan bentuk kontradiksi yang merusak kredibilitas dukungan AS.
Pengamat dan mantan pejabat AS turut menyuarakan kekhawatiran. Richard Nephew, mantan wakil koordinator kebijakan sanksi, menekankan bahwa kesepakatan ini berpotensi melemahkan upaya penerapan sanksi terhadap Rusia, yang menjadi salah satu pilar utama tekanan ekonomi. Sementara itu, mantan pejabat Departemen Luar Negeri menilai Putin telah memperoleh keuntungan politik dari kesepakatan ini, terlepas dari kemampuan nyata Rusia memenuhi pasokan. Bahkan mantan Wakil Presiden Mike Pence mengecam langkah Trump sebagai pengkhianatan terhadap prinsip perjuangan yang diperjuangkan oleh tokoh-tokoh seperti Senator Lindsey Graham.
Pada saat yang sama, Ukraina mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lima kilang minyak di wilayah Rusia, menandai eskalasi militer yang terjadi seiring dengan pengumuman kesepakatan energi. Sebelumnya, Moskow telah melarang ekspor solar sejak Juli lalu setelah serangan drone Ukraina menyebabkan kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah, memperburuk ketersediaan energi global yang sudah terganggu akibat konflik lain di kawasan Timur Tengah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Istanbul Raih Gelar Bandara Terbaik Dunia 2026
Bandara Istanbul dinobatkan sebagai yang terbaik dunia tahun 2026 berdasarkan survei pembaca majalah perjalanan global, mengungguli Changi Singapura dengan skor tertinggi.
11 Oktober 2026

Edinburgh Jadi Kota Paling Angker di Eropa untuk Perayaan Halloween
Studi terbaru menempatkan Edinburgh sebagai kota paling menyeramkan di Eropa berdasarkan kriteria arsitektur, tur hantu, permintaan wisatawan, dan waktu senja Halloween.
11 Oktober 2026

Koin Anglo-Saxon Usia 1.000 Tahun Ditemukan di Shetland
Penemuan koin perak langka berusia lebih dari seribu tahun di Kepulauan Shetland mengungkap konektivitas sejarah dengan Kerajaan Anglo-Saxon di Inggris.
11 Oktober 2026

Tiran Nusantara Grup dan Conch Tanda Tangani Kerja Sama Rp10 Triliun
Kerja sama strategis antara Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings disepakati di Tiongkok dengan investasi awal Rp10 triliun untuk sektor manufaktur dan energi hijau.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Jamin Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Penembakan Petugas Imigrasi AS Tewaskan Warga di New York
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA
Hasyim Asyari Bantah Klaim Doli Soal Tak Bahas PKPU 19/2023
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Hasyim Asyari Bantah Isu Penyelundupan Syarat Pendidikan dalam PKPU
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prabowo Sambut El-Sisi di Halim, Antar Kepulangan dengan Hormat
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Mutasi Jabatan Tinggi Polri Dalam Rangka Penguatan Organisasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

Tuntutan Maksimal untuk Febrie Adriansyah Jadi Ujian Kredibilitas Kejagung
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA



