Kamis, 24 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB

Presiden AS Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmen dukungan pasukan untuk misi stabilisasi Gaza dalam sidang Majelis Umum PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 12.12 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Trump Ucapan Terima Kasih ke Indonesia di PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan penghargaan kepada Indonesia dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York, Selasa (22/9). Ia menyebut langkah Indonesia sebagai bagian dari upaya kolektif dalam menjaga stabilitas di Jalur Gaza melalui program Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menjalankan misi perdamaian global.

Ia menyebut secara khusus komitmen sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang telah berkontribusi dengan pengiriman pasukan, personel kepolisian, serta pelatihan untuk mendukung upaya penstabilan wilayah Gaza. Selain Indonesia, negara-negara lain yang disebut antara lain Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania. Pernyataan ini menegaskan peran aktif Indonesia dalam forum multilateral di tingkat global.

Di sisi lain, rekaman sidang PBB juga memperlihatkan Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa yang sedang menggunakan ponsel saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato. Al Sharaa terlihat menutupi layar ponselnya dengan tangan dan tampak mengenakan headphone. Aktivitasnya yang terpantau scrolling media sosial Instagram langsung menjadi perhatian publik dan viral di media daring.

Insiden tersebut menimbulkan perdebatan soal etika dan profesionalisme dalam forum internasional tingkat tinggi. Meski tidak disebutkan secara langsung, kejadian ini mencerminkan dinamika diplomasi yang kadang terjadi di tengah kesibukan resmi. Di sisi lain, di wilayah lain, tragedi politik terjadi di Peru, ketika calon gubernur Anchas, Susy Aponte Polo, tewas ditembak saat blusukan di pasar Kota Caraz pada 19 September.

Penyelidikan menyatakan insiden tersebut merupakan pembunuhan terencana, bukan femisida, dan menyoroti kondisi keamanan dalam konteks kampanye politik. Polo, yang sebelumnya berkecimpung di dunia jurnalistik dan pengelola media digital bernama China Polo Dominical, meninggal dunia dalam usia muda. Kematian tragisnya menimbulkan keprihatinan luas terhadap kebebasan berpendapat dan perlindungan terhadap tokoh publik di tengah proses demokrasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya