Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga AS Serukan Gulingkan Rezim Iran di Depan PBB

Ratusan demonstran di New York menuntut perubahan rezim Iran saat Sidang Majelis Umum PBB berlangsung, menekankan peran warga dan oposisi terorganisir dalam melawan kekuasaan otoriter.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga AS Serukan Gulingkan Rezim Iran di Depan PBB📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ratusan warga Amerika Serikat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor PBB di New York, menyusul dimulainya Sidang Majelis Umum pada Selasa (22/9). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap keberadaan Presiden Masoud Pezeshkian dari Iran dalam forum internasional, dengan pesan utama bahwa perubahan politik di Iran harus berasal dari dalam negeri, bukan intervensi asing. Demonstran membawa atribut simbolik seperti bendera Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) serta gambar Reza Pahlavi, putra mantan raja Iran, sebagai simbol perlawanan terhadap rezim saat ini.

Ketua terpilih NCRI, Maryam Rajavi, menyatakan keprihatinan mendalam atas kehadiran Pezeshkian di forum global, menilai bahwa kedaulatan kekuasaan saat ini justru memperparah pelanggaran HAM dan kekerasan negara. Ia menegaskan bahwa hanya dengan perlawanan terorganisir dari rakyat Iran sendiri, rezim yang berkuasa bisa digulingkan. Menurut Rajavi, keberlanjutan represi, eksekusi, dan ancaman perang akan terus berlangsung selama sistem politik saat ini tetap berkuasa.

Data yang dikutip dari PBB menunjukkan bahwa sejak Maret, pemerintah Iran telah menjatuhkan hukuman mati terhadap 56 warga atas tuduhan terkait keamanan nasional, sementara lebih dari 100 orang lainnya masih dalam proses hukum yang berpotensi berujung pada hukuman eksekusi. Angka-angka ini menjadi dasar bagi para demonstran dalam menyerukan perhatian internasional terhadap kondisi politik dan hukum di Iran. Mereka menekankan bahwa solusi bukan berasal dari tekanan eksternal, tetapi dari kekuatan internal yang terstruktur dan berkelanjutan.

Majid Sadeghpu, anggota Organisasi Komunitas Amerika-Iran, menegaskan bahwa rezim Iran tidak akan berubah tanpa dukungan dari gerakan oposisi yang terorganisir di dalam negeri. Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung upaya perubahan yang berasal dari rakyat Iran, bukan melalui intervensi militer atau politik asing. Aksi tersebut diperkirakan akan berulang pada hari berikutnya, saat Presiden Pezeshkian dijadwalkan menyampaikan pidato di forum PBB.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya