Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

🪷 Paritta

  1. Namakāra Gāthā (Penghormatan kepada Buddha)3×

    Namo tassa Bhagavato Arahato Sammāsambuddhassa (3×)

    Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahasuci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna.

  2. Tisaraṇa (Tiga Perlindungan)

    Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi

    Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Untuk kedua kalinya… Untuk ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha.

  3. Pañcasīla (Lima Latihan Sila)

    Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi Kāmesu micchācārā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi Musāvādā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi Surāmeraya-majja-pamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi

    Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup; menghindari mengambil barang yang tidak diberikan; menghindari perbuatan asusila; menghindari ucapan bohong; menghindari minuman dan zat yang melemahkan kesadaran.

  4. Buddhānussati (Perenungan terhadap Buddha)

    Itipi so Bhagavā Arahaṁ Sammāsambuddho Vijjācaraṇasampanno Sugato Lokavidū Anuttaro purisadammasārathi Satthā devamanussānaṁ Buddho Bhagavā'ti

    Demikianlah Sang Bhagavā: Yang Mahasuci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna, sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya, sempurna menempuh jalan, pengenal segenap alam, pembimbing manusia yang tiada taranya, guru para dewa dan manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan.

  5. Dhammānussati (Perenungan terhadap Dhamma)

    Svākkhāto Bhagavatā Dhammo Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhī'ti

    Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat langsung, tak lapuk oleh waktu, mengundang untuk dibuktikan, menuntun ke dalam batin, dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

  6. Saṅghānussati (Perenungan terhadap Sangha)

    Supaṭipanno Bhagavato sāvakasaṅgho Ujupaṭipanno Bhagavato sāvakasaṅgho Ñāyapaṭipanno Bhagavato sāvakasaṅgho Sāmīcipaṭipanno Bhagavato sāvakasaṅgho Yadidaṁ cattāri purisayugāni aṭṭha purisapuggalā Esa Bhagavato sāvakasaṅgho Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassā'ti

    Sangha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, lurus, benar, dan patut; yaitu empat pasang makhluk, delapan jenis makhluk suci. Itulah Sangha siswa Sang Bhagavā, patut menerima pemberian, tempat bernaung, persembahan, dan penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya di alam semesta.

  7. Karaṇīya Mettā Sutta (Sutta Cinta Kasih)

    Karaṇīyam atthakusalena, yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca; Sakko ujū ca suhujū ca, suvaco cassa mudu anatimānī. Santussako ca subharo ca, appakicco ca sallahukavutti; Santindriyo ca nipako ca, appagabbho kulesvananugiddho. Na ca khuddaṁ samācare kiñci, yena viññū pare upavadeyyuṁ; Sukhino vā khemino hontu, sabbasattā bhavantu sukhitattā. Ye keci pāṇabhūtatthi, tasā vā thāvarā vā anavasesā; Dīghā vā ye mahantā vā, majjhimā rassakā aṇukathūlā. Diṭṭhā vā ye ca adiṭṭhā, ye ca dūre vasanti avidūre; Bhūtā vā sambhavesī vā, sabbasattā bhavantu sukhitattā. Na paro paraṁ nikubbetha, nātimaññetha katthaci naṁ kañci; Byārosanā paṭighasaññā, nāññamaññassa dukkhamiccheyya. Mātā yathā niyaṁ puttaṁ, āyusā ekaputtamanurakkhe; Evampi sabbabhūtesu, mānasaṁ bhāvaye aparimāṇaṁ. Mettañca sabbalokasmiṁ, mānasaṁ bhāvaye aparimāṇaṁ; Uddhaṁ adho ca tiriyañca, asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ. Tiṭṭhaṁ caraṁ nisinno vā, sayāno vā yāvatassa vigatamiddho; Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya, brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu. Diṭṭhiñca anupagamma, sīlavā dassanena sampanno; Kāmesu vineyya gedhaṁ, na hi jātu gabbhaseyyaṁ punaretī'ti.

    Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan, yang ingin mencapai keadaan damai: hendaklah ia cakap, jujur, sungguh jujur, rendah hati, lemah lembut, tiada sombong; merasa puas, mudah dirawat, tidak sibuk, sederhana hidupnya, tenang inderanya, bijaksana, tidak kurang ajar, tidak melekat pada keluarga. Tidak berbuat kesalahan walau kecil yang dapat dicela para bijaksana. Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram, semoga semua makhluk berbahagia. Makhluk hidup apa pun, yang lemah atau kuat, panjang, besar, sedang, pendek, kecil atau gemuk; yang tampak atau tak tampak, yang jauh atau dekat, yang telah lahir atau yang akan lahir — semoga semua makhluk berbahagia. Jangan menipu, jangan menghina siapa pun di mana pun; jangan karena marah dan benci mengharap penderitaan bagi yang lain. Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya melindungi anak tunggalnya, demikianlah hendaknya ia mengembangkan cinta kasih tanpa batas kepada semua makhluk. Cinta kasih ke seluruh alam semesta, ke atas, ke bawah, dan ke segala arah, tanpa rintangan, tanpa benci, tanpa permusuhan. Berdiri, berjalan, duduk, atau berbaring, selama tidak mengantuk, hendaklah ia mengembangkan kesadaran ini — inilah yang disebut kediaman luhur. Tidak berpegang pada pandangan salah, berbudi luhur, memiliki pandangan benar, melenyapkan nafsu indera, ia tak akan lahir kembali dalam rahim mana pun.

  8. Ettāvatā (Pelimpahan Jasa)

    Ettāvatā ca amhehi, sambhataṁ puññasampadaṁ; Sabbe devā anumodantu, sabbasampattisiddhiyā. Ākāsaṭṭhā ca bhummaṭṭhā, devā nāgā mahiddhikā; Puññaṁ taṁ anumoditvā, ciraṁ rakkhantu sāsanaṁ.

    Semoga semua dewa turut bergembira atas jasa kebajikan yang telah kami kumpulkan, demi tercapainya segala kebahagiaan. Semoga para dewa dan naga yang berkuasa di angkasa dan di bumi, setelah bergembira atas jasa ini, senantiasa melindungi ajaran Buddha.