Alokasi Anggaran Pencegahan Stunting di Daerah Menurun Drastis
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah mencapai Rp20,2 triliun pada 2026, menunjukkan tekanan fiskal dan tantangan implementasi program.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Alokasi anggaran intervensi gizi di tingkat pemerintah daerah mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026, berada di angka Rp20,2 triliun. Angka ini menurun dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp26,3 triliun, dan jauh lebih rendah dari puncak tahun 2024 sebesar Rp28,4 triliun. Penurunan tersebut mencerminkan pergeseran prioritas anggaran serta keterbatasan kapasitas fiskal daerah dalam mempertahankan alokasi khusus untuk program pencegahan stunting.
Realisasi anggaran intervensi gizi selama lima tahun terakhir juga terus menunjukkan ketidaksesuaian dengan target alokasi. Pada 2023, hanya sebesar Rp21,5 triliun yang terealisasi; 2024 mencapai Rp22,1 triliun; dan 2025 sebesar Rp22,4 triliun. Rata-rata realisasi tersebut masih jauh di bawah anggaran yang dialokasikan, menandakan adanya hambatan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa selisih antara alokasi dan realisasi yang terus melebar sejak 2023 hingga 2026 menggambarkan tantangan struktural dalam implementasi program. Faktor-faktor seperti kesiapan teknis, kelembagaan yang belum optimal, perencanaan yang kurang efisien, serta pergeseran anggaran ke bidang lain menjadi penyebab utama.
Kondisi ini berpotensi menghambat pencapaian cakupan layanan kesehatan dan gizi yang diperlukan untuk menurunkan angka stunting secara signifikan. Laporan resmi menegaskan bahwa realisasi anggaran yang tidak optimal dapat menghambat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di tingkat daerah, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendanaan dan pelaksanaan program.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 menekankan pentingnya infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
28 September 2026

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Puluhan pelaku UMK binaan Pertamina mengikuti pelatihan profesional untuk memperkuat daya saing dalam ajang temu bisnis global Oktober 2026.
28 September 2026

RI Siap Hentikan Impor Bensin Lewat Bioetanol E50
Pemerintah kaji penerapan bahan bakar bioetanol E50 untuk menghentikan impor bensin, berbasis produksi dalam negeri dari tebu, singkong, dan jagung.
28 September 2026

Anggaran Intervensi Gizi Turun, Fokus Logistik Dominan
Penurunan anggaran intervensi gizi di APBD daerah berdampak pada penurunan realisasi belanja spesifik, dengan logistik menjadi porsi terbesar pada 2026.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
Senin, 28 September 2026, 12.18 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

