Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Drone Israel Meledak Saat Diperiksa, Dua Prajurit Tewas

Dua tentara Israel tewas akibat ledakan drone bunuh diri jenis Atalef yang jatuh di pos militer mereka di Gaza utara, menyusul riwayat kegagalan sistem peledakan berulang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 21.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Drone Israel Meledak Saat Diperiksa, Dua Prajurit Tewas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua prajurit militer Israel tewas secara mendadak pada Jumat (25/9) lalu saat sebuah drone jenis Atalef—yang sedang dioperasikan—mendarat liar di dalam pos militer mereka di wilayah Gaza utara dan langsung meledak. Insiden tersebut menggambarkan kembali kegagalan sistem keamanan yang telah lama dikenal pada perangkat tempur buatan dalam negeri tersebut.

Berdasarkan laporan internal, drone tipe Atalef—dikenal juga sebagai "Kelelawar"—telah mencatat setidaknya tujuh insiden kegagalan peledakan sebelumnya, termasuk kejadian pada 2025 ketika tiga unit serupa meledak saat sedang diperiksa oleh personel IDF sendiri. Kegagalan ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keandalan peralatan tempur yang digunakan dalam operasi militer aktif.

Sebagai respons, Unit Yahalom—satuan khusus penjinak bom IDF—mengeluarkan aturan ketat yang melarang personel mendekati atau memindahkan drone yang jatuh. Petugas di lapangan kini diwajibkan untuk segera melaporkan kejadian tersebut dan menunggu tim profesional untuk penanganan. Namun, aturan tersebut tidak mencegah insiden berulang.

Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir segera menanggapi tragedi ini dengan memerintahkan pembentukan tim investigasi khusus dipimpin oleh seorang brigadir jenderal dari angkatan darat. Tim tersebut bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kontrol, mekanisme peledakan, serta prosedur operasional drone Atalef. Selain itu, seluruh armada drone tempur IDF secara resmi dihentikan operasinya selama 48 jam untuk penilaian ulang keselamatan.

Operasi militer di Gaza telah menggunakan drone Atalef secara intensif sejak awal konflik. Kejadian ini menyoroti kerentanan teknologi militer yang diklaim canggih, sekaligus mempertanyakan efektivitas prosedur pengujian dan pengawasan internal sebelum penempatan di medan perang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya