Drone Israel Meledak Saat Diperiksa, Dua Prajurit Tewas
Dua tentara Israel tewas akibat ledakan drone bunuh diri jenis Atalef yang jatuh di pos militer mereka di Gaza utara, menyusul riwayat kegagalan sistem peledakan berulang.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 21.00 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua prajurit militer Israel tewas secara mendadak pada Jumat (25/9) lalu saat sebuah drone jenis Atalef—yang sedang dioperasikan—mendarat liar di dalam pos militer mereka di wilayah Gaza utara dan langsung meledak. Insiden tersebut menggambarkan kembali kegagalan sistem keamanan yang telah lama dikenal pada perangkat tempur buatan dalam negeri tersebut.
Berdasarkan laporan internal, drone tipe Atalef—dikenal juga sebagai "Kelelawar"—telah mencatat setidaknya tujuh insiden kegagalan peledakan sebelumnya, termasuk kejadian pada 2025 ketika tiga unit serupa meledak saat sedang diperiksa oleh personel IDF sendiri. Kegagalan ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keandalan peralatan tempur yang digunakan dalam operasi militer aktif.
Sebagai respons, Unit Yahalom—satuan khusus penjinak bom IDF—mengeluarkan aturan ketat yang melarang personel mendekati atau memindahkan drone yang jatuh. Petugas di lapangan kini diwajibkan untuk segera melaporkan kejadian tersebut dan menunggu tim profesional untuk penanganan. Namun, aturan tersebut tidak mencegah insiden berulang.
Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir segera menanggapi tragedi ini dengan memerintahkan pembentukan tim investigasi khusus dipimpin oleh seorang brigadir jenderal dari angkatan darat. Tim tersebut bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kontrol, mekanisme peledakan, serta prosedur operasional drone Atalef. Selain itu, seluruh armada drone tempur IDF secara resmi dihentikan operasinya selama 48 jam untuk penilaian ulang keselamatan.
Operasi militer di Gaza telah menggunakan drone Atalef secara intensif sejak awal konflik. Kejadian ini menyoroti kerentanan teknologi militer yang diklaim canggih, sekaligus mempertanyakan efektivitas prosedur pengujian dan pengawasan internal sebelum penempatan di medan perang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Klaim Keberhasilan Usir Musuh dari Laut Arab
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan pasukan musuh telah ditarik dari perairan selatan Iran hingga ke Laut Arab, sekaligus menegaskan rencana membersihkan wilayah tersebut dari kehadiran lawan.
28 September 2026

Rusia Dilemahkan di Ukraina, Tidak Mampu Serang NATO Secara Besar-besaran
Menteri Luar Negeri Polandia menegaskan Rusia tak punya kapasitas militer untuk menyerang NATO secara besar-besaran karena seluruh kekuatannya masih terkonsentrasi di Ukraina.
28 September 2026

Trump Dikabarkan Tawarkan Senjata AS Langsung ke Xi Jinping
Mantan Duta Besar AS untuk China mengungkap bahwa Presiden Trump pernah menawarkan penjualan senjata secara langsung kepada Presiden Xi Jinping, menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia.
28 September 2026

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tertahan Malaysia di Laga Kunci
Timnas Indonesia harus bermain dengan 10 pemain usai Thom Haye dikartu merah menit ke-37, setelah pelanggaran yang direvisi oleh VAR, membuat kans lolos ke final terancam.
28 September 2026
Berita Lainnya

IHSG Terpanggang di 6.181 Usai Batas Harga Saham Rp1 Diberlakukan
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

28 Saham Sentuh Level Rp43 Pasca Penurunan Batas Harga Minimum
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas untuk 2027
Senin, 28 September 2026, 23.27 WITA

BEI Bantah Aturan Harga Saham Rp1 Picu Penurunan IHSG
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

Bayan Jamin Operasional Normal PascaTransaksi Saham 30 Persen
Senin, 28 September 2026, 23.26 WITA

BEI Mulai Short Selling 1 Oktober, Wajib Setor Rp50 Juta
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Senin, 28 September 2026, 23.25 WITA

Pilot dan Tahanan Bersatu Selamatkan Penumpang di Pulau Terpencil
Senin, 28 September 2026, 23.20 WITA

