Gajah Afrika Gunakan 35 Jenis Tumbuhan Obat untuk Rawat Kesehatan
Penelitian mengungkap gajah Afrika memanfaatkan 35 spesies tumbuhan sebagai obat, termasuk untuk anak-anak mereka, berdasarkan laporan masyarakat setempat dan observasi lapangan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gajah di kawasan Gunung Elgon, Kenya, menunjukkan perilaku kompleks dalam menangani kesehatan mereka dengan memanfaatkan lebih dari tiga puluh lima jenis tumbuhan yang diketahui memiliki khasiat obat. Temuan ini muncul dari pengkajian mendalam terhadap pengetahuan lokal yang dikumpulkan melalui wawancara dengan petugas pemantau satwa liar dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menyatakan bahwa gajah secara aktif memilih tumbuhan tertentu saat menunjukkan gejala sakit, bahkan mengedarkan ramuan ke anak-anaknya sebagai bentuk perawatan kolektif.
Salah satu tanaman yang sering diamati digunakan adalah Angurweet, yang dikenal mampu mengatasi gangguan pencernaan. Seorang petugas lapangan menggambarkan proses penggunaannya: induk gajah mengunyah daun dan akar tanaman tersebut hingga halus, kemudian mencampurkan hasilnya dengan susu alami sebelum memberikannya kepada anak-anak. Anak gajah kemudian mengunyah ramuan itu dan meludahkan bagian yang tidak tercerna, menunjukkan pola penggunaan obat yang terstruktur dan disengaja.
Para peneliti dari institusi internasional, termasuk Dr Elodie Freymann dari Brown University dan Dr Fabien Schultz dari Bernhard Nocht Institute, menyatakan bahwa temuan ini membuka wawasan penting tentang keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan kesehatan. Mereka menekankan bahwa hutan tempat gajah tinggal berperan sebagai “apotek alami” yang tak hanya mendukung kehidupan satwa, tetapi juga menyimpan potensi penemuan obat bagi manusia. Dari 35 spesies yang teridentifikasi, 25 di antaranya telah dikenal secara tradisional sebagai bahan obat oleh masyarakat lokal.
Kesimpulan ini menekankan urgensi perlindungan ekosistem hutan yang semakin terancam oleh deforestasi dan perubahan lingkungan. Sebagaimana dikatakan oleh para ilmuwan, kehilangan habitat berarti kehilangan sumber alami yang mungkin menyimpan senyawa obat baru. Studi ini menjadi bukti bahwa pengetahuan tradisional bersama observasi lapangan dapat membuka jalan untuk inovasi medis berbasis alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Trump Tolak Usulan Iran Buka Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menyelesaikan konflik di Timur Tengah, yang disampaikan melalui perantara Qatar di forum PBB.
27 September 2026

Drone Israel Meledak Saat Diperiksa, Dua Prajurit Tewas
Dua tentara Israel tewas akibat ledakan drone bunuh diri jenis Atalef yang jatuh di pos militer mereka di Gaza utara, menyusul riwayat kegagalan sistem peledakan berulang.
27 September 2026

Reformasi PBB Jadi Prioritas Indonesia di Forum Global
Menlu RI menegaskan urgensi reformasi PBB demi menjawab tantangan abad ke-21, dengan menekankan multilateralisme yang lebih representatif dan efektif.
27 September 2026

Penangkapan Terkait Bahan Peledak Dekat Pangkalan AS di Inggris
Polisi Inggris menangkap sejumlah pria dan mengamankan lokasi dekat pangkalan militer RAF Fairford yang kerap digunakan AS, menyusul kekhawatiran terhadap ancaman bahan peledak.
27 September 2026
Berita Lainnya

Islamabad Siaga Tinggi, 22 Ribu Aparat Siaga Hadapi Unjuk Rasa
Minggu, 27 September 2026, 21.28 WITA

Rakyat Brasil Kritis, Ekonomi Tapi Tak Dirasakan
Minggu, 27 September 2026, 21.25 WITA

Indonesia Masuk Daftar Transit Bebas Visa China 10 Hari
Minggu, 27 September 2026, 21.24 WITA

Batas Harga Saham Turun Jadi Rp1 Mulai 28 September 2026
Minggu, 27 September 2026, 21.23 WITA

JARR Jamin Tak Terlibat dalam Akuisisi BYAN oleh Jhonlin Baratama
Minggu, 27 September 2026, 21.23 WITA

Kerugian Siber RI Capai Rp110,9 Triliun pada 2026
Minggu, 27 September 2026, 21.22 WITA

Apindo Dorong Keterlibatan Dunia Usaha dalam Aksesi OECD
Minggu, 27 September 2026, 21.21 WITA

Panggung Juicy Luicy Terbakar Saat Tampil di Bukittinggi
Minggu, 27 September 2026, 21.16 WITA

