Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Hansen Soroti Akting Pattinson dalam Film Primetime

Mantan pembawa acara investigasi Chris Hansen menanggapi akting Robert Pattinson yang memerankannya dalam film Primetime, menyebut penampilan tersebut terlalu dramatis dan tidak merefleksikan realitas pengalamannya di lapangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Hansen Soroti Akting Pattinson dalam Film Primetime📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Chris Hansen, tokoh legendaris di balik program investigasi To Catch a Predator, mengungkapkan ketidaknyamanan terhadap representasi dirinya dalam film Primetime yang dibintangi Robert Pattinson. Ia menilai gaya akting aktor Inggris itu terlalu berlebihan dan jauh dari kenyataan yang pernah ia alami selama bertahun-tahun di lapangan. Hansen menekankan bahwa meski keluarganya menyambut penampilan Pattinson dengan positif, ia sendiri merasa sulit menerima representasi tersebut sebagai bentuk akurasi.

Dalam wawancara dengan program Jesse Watters Primetime di Fox News, Hansen menceritakan pengalaman menonton film tersebut secara terbatas. Ia mengaku meninggalkan kantor distributor A24 tanpa menyaksikan seluruh film, karena menolak menandatangani dokumen hukum yang diminta oleh pihak studio. Keputusan itu, menurutnya, merupakan bentuk penolakan terhadap keterlibatan resmi yang tidak sesuai dengan sikapnya terhadap proyek yang menggambarkan kisah hidupnya.

Film Primetime, yang berlatar pada tahun 2006 saat program To Catch a Predator beralih dari format berita ke tayangan primetime, disebutkan sebagai karya yang terinspirasi dari kisah nyata, bukan biopik secara harfiah. A24, rumah produksi di balik film ini, menegaskan bahwa proyek tersebut menggambarkan dinamika kehidupan Hansen secara artistik, bukan dokumentasi faktual. Meski begitu, Hansen menyatakan kebingungan terhadap tujuan kreatif yang diusung, terutama terkait kesan dramatis yang dihasilkan.

Robert Pattinson, dalam responsnya, menyampaikan harapan agar Hansen dapat membuka diri terhadap penampilannya di layar lebar. Ia menilai bahwa pengaruh Hansen terhadap banyak orang selama bertahun-tahun merupakan bentuk penghormatan yang layak diwujudkan dalam bentuk film. Primetime telah tayang perdana di Venice Film Festival dan mendapat standing ovation selama tujuh menit, sebelum resmi dirilis di bioskop Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai jadwal tayang di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya