Klarifikasi Soal 'Normal' di Tengah Kabut Asap Karhutla
Kepala BNPB meminta maaf atas pernyataan yang menyiratkan kondisi masyarakat tetap normal saat terjadi karhutla dan kabut asap di Kalimantan, menegaskan bahwa aktivitas dasar masih berjalan, tetapi dampak kesehatan dan lingkungan tetap menjadi fokus penanganan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa pernyataannya soal 'kehidupan berjalan normal' di wilayah terdampak karhutla dan kabut asap bukan berarti kondisi lingkungan telah pulih atau tidak membahayakan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat terbatas dengan Presiden dan dimaksudkan untuk menggambarkan kelancaran aktivitas dasar masyarakat, seperti transportasi darat, perdagangan, dan pelayanan publik, meski secara keseluruhan kualitas udara tetap buruk.
Ia menekankan bahwa istilah 'normal' merujuk pada fungsi operasional masyarakat yang belum terhenti, bukan penilaian terhadap kesehatan atau kondisi lingkungan. Pemerintah, kata dia, tetap menyadari adanya dampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, penerbangan, dan kehidupan sehari-hari di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat akibat kabut asap tebal.
Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah bahkan mengganggu penerbangan komersial serta operasi udara penanggulangan kebakaran. Suharyanto menegaskan bahwa penanganan sumber api, pemadaman, serta mitigasi dampak kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Ia menyadari bahwa pemilihan kata dapat menimbulkan kesalahpahaman, sehingga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terabaikan oleh pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap bencana karhutla telah selesai. Upaya penanganan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan pemerintah daerah. Seluruh informasi yang disampaikan kepada presiden dan publik terus diperbaiki agar mencerminkan realitas lapangan secara akurat dan utuh.
Keselamatan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat yang terdampak tetap menjadi prioritas utama BNPB. Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat sistem pemantauan, penyebaran data, dan respons cepat agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Megawati Jenguk Adiknya yang Dirawat di RS Siloam
Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjenguk adik kandungnya, Guruh Soekarnoputra, yang tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi.
25 September 2026

Pelabuhan Tongke-Tongke Berubah Jadi Sentra Perikanan Modern
Pelabuhan Tongke-Tongke di Sinjai tampil baru dengan fasilitas lengkap hasil transformasi melalui Kampung Nelayan Merah Putih, meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan.
25 September 2026

Brad Pitt dan Anjingnya Berjuang Bertahan di Hutan Alaska
Film thriller survival *Heart of the Beast* tayang di bioskop Indonesia 23 September 2026, menggambarkan perjalanan James Belmont dan anjing militer Odin melawan alam liar setelah kecelakaan pesawat di Alaska.
25 September 2026

Cinta Palsu yang Menggugah Hipotesis Cinta
Film romantis berdasarkan novel bestseller menggambarkan dinamika hubungan fiktif antara mahasiswa doktoral dan profesor ketat yang berubah jadi kenyataan.
25 September 2026
Berita Lainnya

Minat Investor Indonesia ke Saham AS Melesat
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Komisaris MEDC Lepas 3 Juta Saham, Kepemilikan Menyusut
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Jumat, 25 September 2026, 23.26 WITA

BRI Money Changer Hadir di Titik Strategis untuk Kemudahan Tukar Valas
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

OJK Cabut Izin BPRS Musyarakah Ummat Indonesia
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Danantara Dilibatkan Perkuat Pengelolaan Dana Pensiun BUMN
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

Mendag Perkuat Komunikasi dengan Ritel Atasi Kelangkaan Beras Premium
Jumat, 25 September 2026, 23.25 WITA

CIMB Niaga Dapat Dua Penghargaan Global untuk Pembiayaan Berkelanjutan
Jumat, 25 September 2026, 23.24 WITA

