Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Klarifikasi Soal 'Normal' di Tengah Kabut Asap Karhutla

Kepala BNPB meminta maaf atas pernyataan yang menyiratkan kondisi masyarakat tetap normal saat terjadi karhutla dan kabut asap di Kalimantan, menegaskan bahwa aktivitas dasar masih berjalan, tetapi dampak kesehatan dan lingkungan tetap menjadi fokus penanganan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Klarifikasi Soal 'Normal' di Tengah Kabut Asap Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa pernyataannya soal 'kehidupan berjalan normal' di wilayah terdampak karhutla dan kabut asap bukan berarti kondisi lingkungan telah pulih atau tidak membahayakan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat terbatas dengan Presiden dan dimaksudkan untuk menggambarkan kelancaran aktivitas dasar masyarakat, seperti transportasi darat, perdagangan, dan pelayanan publik, meski secara keseluruhan kualitas udara tetap buruk.

Ia menekankan bahwa istilah 'normal' merujuk pada fungsi operasional masyarakat yang belum terhenti, bukan penilaian terhadap kesehatan atau kondisi lingkungan. Pemerintah, kata dia, tetap menyadari adanya dampak serius terhadap kesehatan, pendidikan, penerbangan, dan kehidupan sehari-hari di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat akibat kabut asap tebal.

Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah bahkan mengganggu penerbangan komersial serta operasi udara penanggulangan kebakaran. Suharyanto menegaskan bahwa penanganan sumber api, pemadaman, serta mitigasi dampak kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Ia menyadari bahwa pemilihan kata dapat menimbulkan kesalahpahaman, sehingga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terabaikan oleh pernyataan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menganggap bencana karhutla telah selesai. Upaya penanganan terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan pemerintah daerah. Seluruh informasi yang disampaikan kepada presiden dan publik terus diperbaiki agar mencerminkan realitas lapangan secara akurat dan utuh.

Keselamatan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat yang terdampak tetap menjadi prioritas utama BNPB. Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat sistem pemantauan, penyebaran data, dan respons cepat agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya