Malaysia Mulai Pulangkan Ribu Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Malaysia memulai pemulangan 1.476 pengungsi Rohingya ke Myanmar meski PBB memperingatkan risiko keamanan dan pelanggaran hak asasi manusia di negara tujuan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Malaysia resmi melanjutkan proses pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar, dengan tahap pertama melibatkan 1.476 orang yang telah menyetujui kembali ke tanah air mereka secara sukarela. Keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan antara kedua negara untuk mengembalikan total 5.000 pengungsi secara bertahap, sebagaimana diungkapkan Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam pernyataan resmi. Para pengungsi dikumpulkan di dekat pangkalan Angkatan Laut Lumut, kemudian diangkut menggunakan bus menuju pelabuhan untuk kemudian diterbangkan atau dikapalkan ke Myanmar.
Proses ini disebut sebagai langkah strategis dalam menangani beban sosial dan keamanan yang telah berlangsung puluhan tahun. Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa kebijakan ini dilakukan dengan pendekatan terstruktur, melibatkan penegakan hukum, koordinasi lintas institusi, serta kerja sama dengan pihak asal. Hingga Februari 2026, jumlah pengungsi Rohingya yang tinggal di Malaysia mencapai lebih dari 126.144 jiwa, menurut data resmi.
Namun, UNHCR menyampaikan kekhawatiran serius terhadap kondisi di Myanmar, di mana konflik bersenjata masih berlangsung, terutama di wilayah Rakhine. Badan PBB menekankan bahwa setiap pemulangan harus bersifat sukarela, didasarkan pada pertimbangan matang, dan dilakukan dalam konteks keamanan serta martabat manusia. Kekerasan yang terus terjadi, termasuk insiden 2017 yang memicu krisis pengungsi besar-besaran, menjadi indikator utama bahwa kembali ke Myanmar belum aman bagi komunitas Rohingya.
Pihak Myanmar secara resmi tidak mengakui Rohingya sebagai etnis asli, melainkan menyebut mereka sebagai penduduk Bangladesh, yang berdampak pada ketidakberdayaan hukum dan perlindungan bagi kelompok tersebut. Di tengah perang antara militer Myanmar dan Tentara Arakan, Rohingya terjebak dalam konflik yang semakin intens. Ketua ARNC, Nay San Lwin, menggambarkan situasi sebagai kekerasan sistemik dari kedua belah pihak, dengan korban sipil yang terus bertambah.
Kementerian Dalam Negeri Malaysia menolak memberikan komentar lebih lanjut terhadap peringatan UNHCR, tetap menegaskan bahwa pemulangan dilakukan atas dasar kehendak sendiri para pengungsi. Meski demikian, kebijakan ini memicu kontroversi internasional, terutama mengingat kondisi keamanan yang tidak memungkinkan bagi pemulangan yang aman dan bermartabat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Buku Sastra 'Memburu Muhammad' Dihadapkan pada Tekanan dan Ancaman
Karya sastra kumpulan cerpen Feby Indirani menghadapi tekanan besar setelah diskusi publiknya dibatalkan, menyusul ancaman dan serangan daring yang masif, menimbulkan kekhawatiran terhadap kebebasan berekspresi.
30 September 2026

Rabbi Israel Tolak Hak Palestina, Kecaman Global Menguat
Pernyataan kepala Rabbi Sephardi Israel yang menyangkal eksistensi rakyat Palestina dan hak mereka atas tanah memicu kecaman internasional atas retorika yang dinilai mengancam kemanusiaan.
30 September 2026

Gurun Atacama Berubah Jadi Padang Bunga Akibat Hujan Lebat
Wilayah tandus Atacama di Chile tiba-tiba mekar dengan bunga ungu dan putih setelah hujan deras akibat fenomena El Nino mengguyur kawasan tersebut.
30 September 2026

Oposisi Israel Bentuk Tim Gabungan Hadapi Pemilu
Aliansi lima partai oposisi Israel bentuk tiga tim kerja untuk persiapkan pemilu dan bangun pemerintahan Zionis tanpa partai Arab.
30 September 2026
Berita Lainnya

Bebe Rexha Ungkap Bantuan Taylor Swift Saat Kesulitan Gaun di Grammy 2019
Rabu, 30 September 2026, 09.27 WITA

Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG dengan Tersangka Baru dari TNI
Rabu, 30 September 2026, 09.08 WITA

Netanyahu Bertemu Pejabat 10 Negara dalam Kunjungan Rahasia ke UEA
Rabu, 30 September 2026, 09.07 WITA

Perempuan Pertama Pimpin Pemerintahan Maroko
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Kejanggalan Data Pendidikan Gibran di Tiga Institusi
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

MK Tak Berwenang Adili Gugatan Pencalonan Politik
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Googlebook Diluncurkan, Tapi Kecolongan di Pencarian
Rabu, 30 September 2026, 09.06 WITA

Isi Baterai Motor Listrik Semalaman, Apakah Aman?
Rabu, 30 September 2026, 09.05 WITA



