Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Pemerintah siapkan Rp17 triliun untuk memperkuat peternakan nasional melalui lima kawasan terintegrasi hulu hingga hilir, target selesai tahun depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi di lima wilayah strategis, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek ini menargetkan peningkatan produksi ayam, telur, dan susu secara berkelanjutan, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Dengan anggaran sekitar Rp17 triliun, sebanyak Rp2,2 triliun dialokasikan untuk pembangunan tahap awal di wilayah Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.

Kawasan-kawasan tersebut dirancang sebagai pusat produksi terpadu, mulai dari pakan ternak, pembibitan ayam (DOC), budidaya, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu. Mentan menegaskan bahwa integrasi ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi dukungan langsung bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan anak-anak sebagai konsumen utama produk peternakan.

Pengembangan pabrik pakan ditempatkan dekat sentra produksi jagung, seperti di Bone dan Soppeng, untuk mempercepat rantai pasok dan menekan biaya logistik. Dengan tidak perlu mengirim jagung ke pusat pengolahan lalu mengirimkan pakan kembali, efisiensi produksi akan meningkat secara signifikan. Ini juga mendorong kemandirian pangan lokal dan memperkuat ekonomi petani jagung.

Pemerintah juga membangun fasilitas pembibitan ayam dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor DOC. Sementara itu, pengembangan sapi perah diarahkan untuk meningkatkan produksi susu nasional, yang menjadi prioritas karena kontribusinya terhadap gizi anak-anak. Menurut Mentan, investasi di sektor ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Kawasan di Bone, yang mencakup luas sekitar 150 hektare, menjadi salah satu pusat utama pengembangan ekosistem. Proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan mendorong keterlibatan pelaku usaha di sekitar kawasan. Semua elemen, mulai dari petani bahan baku hingga pelaku industri pengolahan, akan terlibat secara langsung dalam rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya