Pemerintah Tancap Gas Bangun Ekosistem Peternakan Terintegrasi
Pemerintah siapkan Rp17 triliun untuk memperkuat peternakan nasional melalui lima kawasan terintegrasi hulu hingga hilir, target selesai tahun depan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi di lima wilayah strategis, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Proyek ini menargetkan peningkatan produksi ayam, telur, dan susu secara berkelanjutan, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Dengan anggaran sekitar Rp17 triliun, sebanyak Rp2,2 triliun dialokasikan untuk pembangunan tahap awal di wilayah Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo.
Kawasan-kawasan tersebut dirancang sebagai pusat produksi terpadu, mulai dari pakan ternak, pembibitan ayam (DOC), budidaya, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu. Mentan menegaskan bahwa integrasi ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga menjadi dukungan langsung bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan anak-anak sebagai konsumen utama produk peternakan.
Pengembangan pabrik pakan ditempatkan dekat sentra produksi jagung, seperti di Bone dan Soppeng, untuk mempercepat rantai pasok dan menekan biaya logistik. Dengan tidak perlu mengirim jagung ke pusat pengolahan lalu mengirimkan pakan kembali, efisiensi produksi akan meningkat secara signifikan. Ini juga mendorong kemandirian pangan lokal dan memperkuat ekonomi petani jagung.
Pemerintah juga membangun fasilitas pembibitan ayam dalam negeri guna mengurangi ketergantungan pada impor DOC. Sementara itu, pengembangan sapi perah diarahkan untuk meningkatkan produksi susu nasional, yang menjadi prioritas karena kontribusinya terhadap gizi anak-anak. Menurut Mentan, investasi di sektor ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
Kawasan di Bone, yang mencakup luas sekitar 150 hektare, menjadi salah satu pusat utama pengembangan ekosistem. Proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, dan mendorong keterlibatan pelaku usaha di sekitar kawasan. Semua elemen, mulai dari petani bahan baku hingga pelaku industri pengolahan, akan terlibat secara langsung dalam rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ketua DPD RI Kunjungi IKN, Pujian untuk Progres Pembangunan
Kunjungan kerja Ketua DPD RI ke IKN disambut langsung oleh Kepala Otorita, dengan peninjauan proyek strategis dan apresiasi terhadap capaian progres pembangunan kawasan legislatif.
26 September 2026

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Pelabuhan Tongke-Tongke di Sinjai kini tampil modern setelah direvitalisasi melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, dengan fasilitas pendukung yang meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan.
26 September 2026

MRT Siapkan Revitalisasi Besar Blok M dengan Konsep Mixed-Use
MRT Jakarta mempersiapkan pengembangan besar di Blok M melalui konsep Ultimate Development yang mencakup tower, skybridge, dan integrasi fasilitas publik.
26 September 2026

Menkomdigi Dorong Telin Jadi Jembatan Digital Indonesia Global
Kunjungan Menkomdigi ke Los Angeles menekankan peran strategis Telin dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia ke pasar global.
25 September 2026
Berita Lainnya

Paspor Dibungkus Alumunium, Apakah Benar Cegah Pencurian Data?
Sabtu, 26 September 2026, 17.53 WITA

Makanan Sehat untuk Hamster: Panduan Lengkap dari Pelet hingga Camilan
Sabtu, 26 September 2026, 17.50 WITA

SIM Wajib Diperpanjang Tiap 5 Tahun, Bukan Karena Administrasi
Sabtu, 26 September 2026, 17.48 WITA

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlanjut Hingga Desember 2026
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mobil-mobil Legendaris Dihentikan Produksi, Harga Bekasnya Masih Kompetitif
Sabtu, 26 September 2026, 17.47 WITA

Mengisi Baterai Semalaman: Aman atau Berisiko?
Sabtu, 26 September 2026, 17.45 WITA
Penyu Laut Langka Bertelur di Pantai California, Pertama Kali Diamati Secara Alami
Sabtu, 26 September 2026, 17.39 WITA

Australia Bentuk Satgas Tangani Akses AI Ilegal ke Data Kesehatan
Sabtu, 26 September 2026, 17.37 WITA

