Rabu, 30 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Periklindo Sebut Indonesia di Jalur Benar

Lonjakan penjualan mobil listrik dari 40 ribu menjadi 103 ribu unit menunjukkan kemajuan nyata dalam transisi energi hijau di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 30 September 2026, 15.21 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Periklindo Sebut Indonesia di Jalur Benar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan signifikan dalam penjualan mobil listrik roda empat di Tanah Air mencatatkan angka 103 ribu unit pada akhir 2025, naik tajam dari 40 ribu unit pada tahun sebelumnya. Angka kenaikan sebesar 141 persen ini dianggap sebagai indikator kuat bahwa arah kebijakan transisi kendaraan ramah lingkungan telah tepat sasaran. Wakil Ketua Umum Periklindo, Achmad Rofiqi, menegaskan bahwa tren ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sedang bergerak sesuai jalur yang benar menuju net zero emission.

Meski pencapaian positif, Rofiqi menekankan bahwa kelangsungan industri kendaraan listrik sangat bergantung pada kepastian kebijakan jangka panjang dari pemerintah. Ia menyoroti risiko yang muncul akibat perubahan aturan yang sering terjadi, terutama terkait insentif pajak, yang dapat mengganggu rencana investasi dan operasional pelaku usaha. Konsistensi regulasi, menurutnya, menjadi kunci agar para investor dapat membangun strategi jangka panjang tanpa ketidakpastian mendadak.

Selain itu, kebijakan seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan industri lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan mendorong keterlibatan sektor manufaktur dalam negeri, TKDN dapat memperkuat ekosistem produksi kendaraan listrik secara lokal. Rofiqi menilai bahwa kebijakan semacam ini harus didukung dengan perencanaan yang matang agar dampaknya maksimal.

Pemerataan infrastruktur pendukung juga menjadi prioritas, terutama terkait penyebaran stasiun pengisian daya (charging station). Hingga Maret 2026, jumlah stasiun tersebut telah mencapai hampir 5.000 unit, namun distribusinya masih didominasi wilayah Pulau Jawa. Periklindo menyerukan agar pengembangan infrastruktur tidak terkonsentrasi di satu kawasan, melainkan merata di seluruh wilayah Indonesia agar mobilitas hijau dapat dinikmati secara inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya